Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 16 Feb 2020 22:27 WIB ·

Sekitar Rumah Jabatan Ketua DPRD Lampura Dihiasi Sampah 


 Caption : Hamparan sampah tampak berserakan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada persis di belakang rumah jabatan Ketua DPRD Lampura. Foto Pranata Riano.  Perbesar

Caption : Hamparan sampah tampak berserakan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada persis di belakang rumah jabatan Ketua DPRD Lampura. Foto Pranata Riano.

KOTABUMI— Buruknya pengelolaan sampah di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Betapa tidak, akibat tumpukan sampah yang berserakan di jalan Tulung Batuan, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan dikeluhkan warga sekitar. Parahnya lagi lokasi tempat pembuangan sementara persis berada tepat di belakang rumah jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

” Nah itu yang jadi keluhan warga. Selain nggak enak dilihat, baunya itu kemana-mana. Padahal belum lama ini sudah pernah ditegur sama pak Romli (Ketua DPRD,Red). Tapi masih juga seperti itu,” ujar Arif, warga sekitar kepada Radar Kotabumi, Minggu (16/2).

Arif menyebut, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan bukanlah baru kali ini terjadi di Kabupaten yang pernah meraih piala Adipura itu. Bahkan Ia menjelaskan, salah satu faktor penyebab terjadinya tumpukan sampah disana lantaran banyaknya warga dari kelurahan lain yang ikut membuang limbah rumah tangga di area TPS tersebut.

Padahal sambung Arif, sebenarnya area tempat itu sebelumnya hanya diprioritaskan bagi masyarakat sekitar. Seiring berjalannya waktu, belakangan diketahui ternyata sampah-sampah yang ada bukan hanya limbah rumah tangga milik warga Tulung Batuan.

” Kalau hanya warga sini nggak mungkin sebanyak itulah. Buktinya dalam sehari bisa berulang kali becak motor (Bentor, Red) pengangkut sampah terlihat bongkar muat sampah di TPS itu,” terangnya.

Lain lagi apa yang diutarakan Lusi, salah satu warga lainnya. Ia mengungkapkan, selain kesan kumuh yang timbul akibat sampah-sampah dilokasi pembuangan. Menyebabkan tutupnya usaha Mie Ayam yang sebelumnya dijalani, lantaran aroma tak sedap yang dihasilkan dari banyaknya tumpukan sampah. Bahkan akibat bau yang ditimbulkan cukup menyengat hingga ke permukiman milik warga, berdampak pula pada pelanggan yang merasa terganggu saat hendak makan Mie Ayam miliknya.

” Sudah hampir tiga tahun ini usaha saya gulung tikar. Saat itu banyak pelanggan yang tidak jadi makan akibat baunya itu. Harapan saya tolong diperbaiki secepatnya lah. Apalagi ini musim hujan, nyamuk jadi tambah banyak,” pintanya. (ano/her)

Selengkapnya, baca edisi cetak 17 Februari 2020

Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Rapimnas 12 Mei 2026, DPP Evaluasi Persiapan DPD Menuju Konstituen Dewan Pers

7 April 2026 - 13:56 WIB

Terkait WFH Pemkab Lampura Tunggu Provinsi

2 April 2026 - 10:44 WIB

Bupati Targetkan 30 Titik Rumah Ibadah Diperbaiki

1 April 2026 - 16:10 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan Ibu Hamil di Pekanbaru, APH Didesak Tetapkan Tersangka

31 Maret 2026 - 19:20 WIB

Capaian Akte Lahir Lampaui Target

16 Maret 2026 - 20:03 WIB

Ini Tenaga Kesehatan Yang Berjaga di 3 Poskotis

16 Maret 2026 - 12:51 WIB

Trending di Headline