KOTABUMI — Maraknya paham radikalisme yang melakukan sejumlah aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan terakhir ini, membuat para pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Lampung Utara(Lampura) melakukan rembug, dan mendeklarasikan sikap bersama untuk menolak segala macam bentuk aksi terorisme, di ruang kerja Plt. Bupati Lampura Dr H. Sri Widodo, Selasa(15/5).
Tampak dalam kesempatan itu Kapolres AKBP Eka Mulyana, Dandim 0412 LU Letkol R.D. Bachtiar Kurniawan, Kajari Kotabumi Sunarwan yang diwakili Kasi Pidum Husni Mubarroq, Ketua MUI H. Muhgofir, Ketua Dewan Masjid H. Makmur, Ketua FKUB Sihul Ali, Kepala Badan Kesbangpol Firmansyah dan perwakilan Kemenag Lampura, serta dihadiri juga oleh para pemuka agama lainnya.
Kapolres Lampura AKBP Eka Mulyana mengatakan, aksi teror yang berawal dari Rutan Brimob dan Surabaya dipicu oleh jaringan internasional ISIS yang terdesak untuk melakukan amaliah. Dengan itu, pihak kepolisian akan melakukan deteksi dini untuk menetralisir pelaku-pelaku bom bunuh diri dengan pengamanan swadaya masyarakat yang lebih maksimal. ” Pengamanan swadaya masyarakat selama ini juga telah dilakukan, seperti pengamanan dalam pos siskamling, tamu harap lapor 1x 24 yang dilakukan perangkat desa, juga tamu yang ada di penginapan, hotel, kost-kostan pun harus wajib lapor,” papar Kapolres.(cw7/rid).
Selengkapnya, baca edisi cetak 16 Mei 2018






