Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Kriminal · 26 Agu 2018 20:53 WIB ·

Ditangkap Sehat, Pulang Tak Bernyawa


 Foto Ferdani
Caption : Jenazah Rosi, tersangka kasus pencurian, saat hendak dibawa ke rumah duka, Jumat(24/8).
 Perbesar

Foto Ferdani Caption : Jenazah Rosi, tersangka kasus pencurian, saat hendak dibawa ke rumah duka, Jumat(24/8).

Duka mendalam tidak dapat ditutupi dari raut wajah Wanda adik M.Rosi , tersangka kasus pencurian sepeda motor yaang meninggal dunia beberapa saat setelah ditangkap Tekab 308 Polres Lampung Utara (Lampura). Wanda tak percaya, kakaknya itu meregang nyawa lantaran gagal jantung dan pernafasan sebagai mana yang diterangkan Kapolres Lampura AKBP Eka Mulyana. Sebab ketika ditangkap, Rosi sang kakak segar bugar. Tidak sedikitpun mengeluhkan sakit dibagian tubuhnya. Selain itu, Rosi juga tidak pernah punya riwayat sakit jantung atau asma.

Oleh : Ferdani/Heri Maulana(Wartawan Radar Kotabumi)

Sedih memang, jika menjadi tersangka dalam kasus kejahatan. Pasalnya, meski tuduhan tak sesuai dengan harapan, kita harus menerima apa yang dituduhkan kepada kita hingga sampai meregang nyawa.
Rosi, warga Dusun Tanjungbulan Desa Alamjaya, Kecamatan Kotabumi Selatan, yang diduga sebagai tersangka dalam kasus pencurian harus direlakan keluarganya karena meninggal dunia setelah ditangkap anggota Resmob Polres Lampura.
Rosi yang merupakan kakak kandung dari Wanda ini diberitakan menghembuskan nafas terakhirnya di RSD Ryacudu Kotabumi. Padahal saat Rosi, ‘dijemput’ sangat sehat.tanpa perlawanan, Rosi dibekuk petugas dan dibawa dengan mempergunakan kendaraan roda empat milik anggota Polres Lampura.
Memang sesaat setelah itu, dirinya mendengar suara tembakan sebanyak 8 kali. Namun Wanda yakin, tembakan tersebut dilancarkan sebagai sebuah upaya peringatan agar sang kakak tidak melarikan diri. Tidak terbersit sedikitpun jika sang kakak kemudian hanya berpulang tanpa nyawa. Ia kenal betul kakaknya, tidak mungkin akan melakukan perlawanan terlebih terhadap petugas. Tetapi ketika petugas menyatakan kakaknya melakukan upaya melarikan diri dan melawan petugas, dirinya tak bisa berkata-kata. Dirinya harus mempercayai cerita yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Bagiamana mungkin dalam kondisi terborgol, dapat berontak dan melakukan perlawanan.
Wanda hanya tertegun, ketika melihat kondisi tubuh kakaknya yang penuh lebam disekujur kaki hingga pangkal paha. Bahkan bagian (maaf) organ vitalnya pecah. Mungkinkan gagal jantung bisa membuat lebam kaki dan pecah testis korban? Namun itu keterangan resmi aparat kepolisian yang disampaikan.
Hanya ada satu cara untuk membuktikn bahwa kematian Rosi tidak wajar. Yakni melakukan outopsi terhadap jenazah kakaknya. Inilah kemudian yang membuat pihak keluarga menunda penguburan. Ada beberapa spekluasi bahwa rosi meregang nyawa akibat dianiaya sewaktu berada dalam kekuasaan Polres Lampura.
Lagi-lagi Wanda harus menelan kekecewaan. Untuk melakukan outopsi diperlukan biaya. Selain berarti harus menunda proses pemakaman Rosi sang kakak. Karenanya ia hanya pasrah diam membisu. Karena ketika menyangkut biaya, jangan dirinya keluarga besarnya juga tidak memiliki kemampuan. Selain itu kasus yang menimpa kakaknya, membuat simpatik keluarga dan warga menjadi sedikit berkurang. Itulah sebabnya, ketika keluarga besar memutuskan untuk menguburkan Rosi, ia hanya pasrah. Meskipun dalam hati kecilnya, ada sedert pertanyaan yang memerlukan jawaban. Apakah benar kakaknya memberontak dan melawan petugas ?. apakah benar kakaknya itu meninggal akibat gagal jantung dan pernafasan. Atau sebaliknya sang kakak meregang nyawa lantaran arogansi petugas yang menangkap dan memeriksanya. Walluhualam bisawab.(***)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dunia Pers Berduka, Pemred Okeyboz.com Jadi Korban Pembunuhan Brutal

9 Agustus 2025 - 18:30 WIB

DPD Pro Jurnalismedia Siber Sumsel Meminta Polrestabes Palembang Turun Tangan Tangkap Pelaku Penusukan

7 Desember 2024 - 12:28 WIB

Tak Tinggal Diam, Kadisdik Langsung Sambangi Korban Pelecehan

23 April 2024 - 15:06 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO Pelaku, Curat Diamankan Polisi

27 Maret 2024 - 15:48 WIB

PJS Sulsel Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan di Takalar, Diduga Pelakunya Mafia Solar

13 Maret 2024 - 05:02 WIB

Kasus Penganiayaan Wartawan, Kapolres Labuhanbatu Akhirnya Minta Maaf

29 Februari 2024 - 16:23 WIB

Trending di Kriminal