KOTABUMI – Siswi SMA di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) berinisial SN (17) yang menjadi korban pencabulan ayah kandungnya sendiri, hingga kini masih terlihat trauma. Saat ditemui dikediamannya, siswi SMA tersebut hanya dapat menundukkan wajahnya. Sesekali, dari tangan kanannya memegang tisu yang diusapkan dipipinya yang basah akibat air mata yang terus menitik.
Dengan sangat perlahan, gadis belia itu mencoba mengingat kembali peristiwa kelam yang dialaminya dan menyampaikan kepada petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampura, bersama anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampura, Kamis (4/10).
Sayangnya, tidak banyak keterangan yang diperoleh dari korban atas kasus yang menimpa dirinya. Mimik sedih dan selalu terisak, membuatnya hanya mampu sesekali memberikan keterangan.
Kabid Kesehatan Fisik dan Psikis P2TP2A Lampura, Dian Ratna Hapsari P.S.Psi.MM mengatakan, kondisi korban saat ini masih lemah. Tidak banyak keyerangan yang dapat diperoleh dari dirinya.
“Ini disebabkan kondisi korban memang masih shok paska peristiwa yang di alaminya tersebut,” jelas Dian.(fer/rnn/her).
Selengkapnya, baca edisi cetak 5 Oktober 2018






