Diduga Salah Tangkap, Polres dan Kejari Digugat Rp 322 Juta

153
Foto IST Caption : Suasana sidang pra peradilan dengan pemohon Oman Abdurahman, yang diwakili kuasa hukumnya M. Idran Fran, di PN Kotabumi, Selasa (11/6).

KOTABUMI—Setelah sekian lama merasakan dinginnya sel tahanan, Oman Abdurohman (51) warga Kampung Sangereng, Dusun Telaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, akhirnya divonis bebas dalam proses hukum di pengadilan hingga ketingkatan Mahkamah Agung(MA).

Oman Abdurohman, sebelumnya ditangkap polisi dari Polres Lampung Utara(Lampura), karena diduga terlibat perampokan di rumah Budi Yuswo Santoso, alias Haji Nanang, di Dusun V Ndorowati, Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur pada 11 Juni 2017. Bahkan, Oman yang diketahui kesehariannya sebagai pengurus masjid ini, juga menglami luka tembak pada kakinya saat ditangkap pada 22 Agustus 2017 silam.

Saat persidangan di Pengadilan Negeri(PN) Kotabumi, Majelis Hakim dalam putusan Nomor 15/Pid.B/2018/PN tanggal 7 Juni 2018 menyatakan Oman tidak bersalah, dan dibebaskan dari segala tuntutan. Proses berlanjut hingga kasasi ke Mahkamah Agung(MA) yang tetap memenangkan terdakwa Oman dan menyetakan dia tidak bersalah.

Terlanjur menjalani hukuman dipenjara, Oman melalui kuasa hukumnya M. Idran Fran mengajukan permohonan untuk Pra Peradilan Ganti Kerugian kepada Pemerintah Republik Indonesia(RI), dalam hal ini Polres Lampura sebagai termohon I, pihak Kejari Lampura sebagai termohon II, dan Ditjend Perbendaharaan Provinsi Lampung, cq. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) selaku turut termohon. Hal ini terungkap dalam sidang perdana Pra Peradilan yang digelar di PN Kotabumi dengan hakim tunggal, Imam Munandar, Selasa (11/6).(rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 12 Juni 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here