Usai Hearing, Plt. Direktur RSD Ryacudu Diminta Mundur

320
Foto Pranata Riano Captioan : Hj. Sandy Juwita, saat mencoba menenangkan para TKS yang terancam “dirumahkan” akibat hasil pengumuman seleksi penerimaan pegawai BLUD RSD Ryacudu Kotabumi yang banyak menuai protes, Selasa(10/12).

KOTABUMI— Ratusan Tenaga Kerja Sukarela(TKS) yang tidak lulus dalam seleksi pegawai non PNS Badan Layanan Umum Daerah(BLUD) Rumah Sakit Daerah(RSD) Ryacudu Kotabumi menggelar aksi spontanitas di depan kantor DPRD Lampung Utara(Lampura). Aksi tersebut terjadi, setelah para TKS melihat plt direktur rumah sakit plat merah itu, keluar dari gedung para wakil rakyat, pasca hearing, Selasa (10/12).

Para TKS meminta, agar plt direktur dr. Syah Indra Husada Lubis yang sudah menguasai rumah sakit milik Pemkab Lampura itu mundur dari jabatannya. Teriakan itu terdengar secara kompak saat dr. Syah Indra Husada Lubis keluar dari gedung DPRD setempat hendak menuju mobil yang ditumpanginya.

Tak ayal peristiwa yang tak diperkiraan sebelumnya tersebut membuat sang direktur, bergegas masuk ke mobil, dan meninggalkan lokasi.

Beruntung aksi spontan para pekerja yang sudah lama mengabdikan diri di rumah sakit plat merah itu bisa ditenangkan, Hj. Sandy Juwita yang merupakan salah seorang anggota DPRD setempat.” Kami minta kawan-kawan untuk bisa lebih tenang.

Karena kami juga tidak menutup mata atas keluhan kalian, kita bersama anggota dewan yang lain sedang berusaha mencarikan solusi terbaik,” ujar Hj. Sandy Juwita mencoba menenangkan para TKS.

Dikatakan salah satu TKS yang minta namanya tidak disebutkan, selama ini mereka sudah cukup bersabar atas berbagai kebijakan yang dirasa tidak memihak ke mereka. Bahkan menurutnya, persoalan ini merupakan salah satu puncak dari kurangnya keberpihakan plt. direktur terhadap nasib para TKS.(ano/rid)

Selengkapnya, baca edisi cetak 11 Desember 2019

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here