Oleh : HERY MAULANA (Plt.Pimred Radar Kotabumi)
Ass..wr.wb
Peristiwa tragis meninggalnya ibu dan bayinya saat proses persalinan, merupakan keprihatinan bersama. Terlepas ada atau tidaknya unsur kelalaian dan buruknya pelayanan Rumah Sakit atau Klinik Persalinan. Karena sejatinya mortalitas dalam sebuah persalinan harus ditekan.
Itulah sebabnya negara ini memberikan perlakuan khusus pada pada ibu hamil. Termasuk pada saat dan setelah persalinan. sejumlah program digulirkan, agar ibu hamil dapat memperoleh gizi yang cukup. Kemudian dapat melakukan persalinan tanpa harus merasa khawatir soal keselamatan termasuk pembiayaan. Karena diyakini psykologis, ibu hamil sangat berpengaruh saat melakukan persalinan. Pun demikian, setelah jabang bayi lahir. Pemerintah menggulirkan program, untuk merawat dengan baik ibu dan bayinya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Semua itu dilakukan, dalam rangka menekan mortalitas selama masa kehamilan dan persalinan, hingga umur bayi mencapai lima tahun. Sebuah fase kritis yang terlampaui, menurut ilmu medis. Sebab diyakini, bangsa ini akan tetap berdiri kokoh, ketika ada regenerasi yang tangguh. Nasib bangsa ini 25-50 tahun mendatang, ditentukan oleh bayi-bayi yang lahir pada hari ini.
Apa yang ada dalam benak dan pemikiran pemerintah itu, mestinya menjadi perhatian utama setiap pelayanan medis. Baik itu Rumah Sakit, Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain. Dengan begitu dapat menerapkan pelayanan ibu dan bayi, dengan profesional dan penuh rasa tanggung jawab.
Tidak boleh ada sedikit kesalahan disana. Apalagi sampai berakibat fatal, hilangnya nyawa ibu dan bayinya. Ada kontrol manajemen yang ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Sehingga bukan hanya ibu dan bayinya yang terlayani dengan baik, tetapi akan berbuah sebagai pelayanan medis terbaik dan menjadi rujukan masyarakat. Bukankah secara strategi usaha, ini sangat menguntungkan. Sebuah iklan layanan yang tidak perlu merogoh kocek hanya untuk membayar space iklan dimedia dan tempat-tempat umum.
Disisi lain, ini merupakan tugas kemanusiaan yang sangat mulia. Tidak hanya tercatat didunia, tetapi akan memperoleh ganjaran pahala berlebih dari Sang Maha Pencipta.
Memberi klarifikasi itu harus. Karena dengan itu, duduk persoalan akan ditempati sesuai porsinya. Namun yang utama adalah, instropeksi. Untuk kemudian melakukan perbaikan. Agar kedepan, tidak akan ada lagi peristiwa serupa yang terjadi. (**)
Wassalam






