Pasar Subsidi Masih Digodok Pemerintah Provinsi

26
Foto IST Plt. Kepala Dinas Perdagangan Lampura Pirmansyah saat meninjau gedung Itera Disdag.

KOTABUMI–Hingga saat ini Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara(Lampura) masih menunggu kabar dan tindak lanjut terkait akan digelarnya Pasar Subsidi dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Lampura Pirmansyah didampingi Stafnya Kristina menjelaskan, sebelumnya pihak Dinas Perdagangan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait akan diadakannya pasar Subsidi di Kabupaten Lampura.

Dari informasi yang didapat saat ini Pemerintah Provinsi sedang menggodok terselenggara atau tidaknya pasar subsidi tersebut di Lampura.
Sebab saat ini Lampung sudah masuk dalam New Normal, sehingga ada pertimbangan yang harus diambil.”Informasi yang kita dapat lagi di bahas di Provinsi. Namun bukan berarti tidak jadi dilaksanakan masih ditunda, sampai saat ini kita masih menunggu informasi selanjutny,”papar Pirmansyah.

Sebelumnya lanjut Pirmansyah, pasar subsidi memang direncanakan untuk membantu Masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
Sejauh ini memang sudah ada beberapa Masyarakat yang datang untuk bertanya kapan pasar tersebut akan dilasanakan.”Ada masyarakat yang datang untuk bertanya, namun sudah kita jelaskan.
Yang punya anggaran kan Pemerintah Provinsi, kalau kita hanya membantu untuk penyalurannya saja,”jelas dia.

Dari data yang didapat sebelumnya, Pasar Subsidi ini akan diikuti 3.700 Kepala Keluarga(KK) dengan kategori untuk mereka yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan(PKH) dan Masyarakat Miskin.
Pasar tersebut akan di sehat di dua Kecamatan yakni Kecamatan Kotabumi dan Kecamatan Sungkai Barat.”Untuk sasaran sendiri tergantung dari usulan Camat masing-masing. Diprioritaskan untuk yang menerima PKH, namun juga untu Masyarakat menengah ke bawah bisa menebus paket bersubsidi tersebut,”ucap Pirmansyah.

Dalam satu paket Subsidi lanjutnya, Masyarakat bisa menebus dengan harga Rp 45 Ribu.
Dengan isi paket terdiri dari 5 Kg Beras, 2 Kg, 1 Kg Tepung dan 1 Liter minyak goreng dengan harga normal Rp 1.02000.
Untuk pendistribusiannya sendiri akan di kirim ke Kecamatan, nanti Kecamatan akan menyalurkan ke Kelurahan/Desa lalu Masyarakat akan menebus di tempat RT/RW.
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya desak-desakan atau adanya kerumunan Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.”Ini baru tahap pertama, masih ada tahap ke dua dan ke tiga. Nanti akan kita adakan di Kecamatan lain,”pungkasnya.(ria/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here