Musim Penghujan, Hasil Karet Berkurang Harga Murah

18

KOTABUMI — Selama musim penghujan, para petani karet keluhkan hasil getah karet mereka yang berkurang. Kondisi ini diburuk lagi dengan harga jual karet yang tidak stabil dan masih terbilang sangat murah. Tentu saja sangat mempengaruhi perekonomian mereka. Terlebih bagi petani karet yang hanya menggarap lahan orang lain.

Ditemui dilokasi perkebunan karet, Iwan salah seorang petani karet yang merupakan warga Desa Ratu Abung Kecamatan Abung Selatan mengatakan, harga karet saat ini masih belum stabil dan terbilang murah. Bayangkan untuk kualitas baik saja, harga tertinggi hanya dikisaran lima hingga enam ribu rupiah.

“Kalau harga karet sekarang sih, naik turun. Sekarang saja paling tinggi Rp.5.800,” ujar dia, saat ditemui di perkebunan karet didesa setempat, Selasa (30/6).

Dia menambahkan, saat musim penghujan derita para petani karet bertambah. Karena hasil getah yang didapat berkurang dan lebih banyak berisi air. “Belum lagi kalau musim hujan isinya air semua enggak ada getahnya,” ujar dia.

Ditempat lain, Sidiq yang dijumpai mengatakan, kalau harga karet saat ini harganya hanya Rp.4.500. “Harga karet lagi murah mas, perkilo hanya Rp.4.500”, ungkap dia.

Para petani itu berharap, pemerintah dapat memperhatikan nasib mereka. Yakni dengan menstabilkan harga jual yang lebih tinggi. Sehingga para petani tidak merugi dan kondisi perekonomian mereka tidak terganggu. “Kami para petani karet tentunya berharap, pemerintah dapat menaikan harga jual karet,” ungkap Sidiq.(ndo/fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here