Sempat Dihentikan, Posyandu Mulai Aktif Kembali

5

KOTABUMI — Merebaknya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), di seluruh dunia khususnya di Indonesia, menyebabkan sejumlah aktivitas terganggu. Termasuk di kabupaten Lampung Utara (Lampura). Berbagai kegiatan dihentikan. Termasuk kegiatan Pos Pelayanan terpadu (Posyandu). Program pelayanan kesehatan kepada masyarakat itu terpaksa dihentikan sementara.”

Alhamdulillah mulai Juni 2020 ini Posyandu sudah bisa aktif kembali. Namun dengan syarat semua harus mentaati protokol kesehatan,”tutur Kepala Dinas Kesehatan(Diskes) Lampura dr. Hj. Maya Metissa saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa(30/6).

Sebelumnya, lanjut Maya, Pandemi Covid-19 membuat program Posyandu yang diperuntukan untuk Balita dan Ibu Hamil tersebut harus dihentikan sementara. Penghentian itu merujuk intruksi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi selama masa Pandemi Covid-19.

Karenanya dengan kembali dibukanya layanan Posyandu, diharapkan para Balita yang masih tertinggal melakukan imunisasi dasar segera bawa ke tempat posyandu masing-masing. “Selama sembilan bulan, lima imunisasi dasar harus terpenuhi. Jadi sangat penting anak untuk di bawa ke posyandu. Hal ini dilakukan untuk mencegah anak atau balita terkena Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi(PD3I),”ucapnya.

Dijelaskan Maya, imunisasi balita sangat penting dilakukan. Untuk itu dirinya berharap warga tidak ragu apalagi takut membawa anaknya ke Posyandu. Sebab jika anak tidak ikut posyandu mereka akan rentan terkena beberapa penyakit. Mulai dari polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus.

“Saat ini para Ibu lebih sering membawa anak-anaknya ke Pasar, Mall dan tempat keramaian lainnya. Namun ketika diminta untuk datang ke Posyandu tidak mau, malah ada yang takut anaknya terkena Virus Covid-19. Ini tidak boleh, jangan mengambil resiko besar untuk anak,” tegas Maya.

Agar pelaksanaan Posyandu tetap menerapkan protokol kesehatan, pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh Puskesmas. Kiranya dapat kembali membuka layanan Posyandu dengan menerapkan protokol kesehatan. Yakni saat datang ibu dan anak dipersilakan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun yang sudah disiapkan petugas. Lalu menggunakan masker, tidak berkerumunan saat bertemu dengan ibu-ibu lainnya.

“Saya lihat ibu-ibu lebih sering membawa anaknya ke pasar. Ini tidak boleh, apalagi balita. Saat ini kita baru memasuki New Normal, nanti kalau virusnya sudah hilang dan sudah steril semua nggak apa-apa. Mari kita jaga keluarga kita, dan mari kita putus penyebaran virus ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah”, pungkasnya. (ria/fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here