Umroh, Arab Saudi Belum Berikan Pernyataan Resmi

19

KOTABUMI — Masyarakat Kabupaten Lampung Utara (Lampura), yang berniat menyelenggarakan umroh, diminta untuk waspada. Jangan sampai menelan mentah-mentah informasi yang beredar bahwa Pemerintah Arab Saudi berencana akan membuka kembali kegiatan Umroh di tanah suci mekah. Sebab hingga saat ini Pemerintah belum menerima surat resmi dari otoritas Kerajaan Arab Saudi terkait akan dibukanya kembali ibadah umroh.

“Masyarakat harus berhati-hati, tunggu pernyataan resmi dari Pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Lampura. Demikian pula nantinya dalam memilih jasa travel untuk berangkat umroh.”terang Kepala Seksi(Kasi) Haji dan Perjalanan Umroh Kementrian Agama(Kemenag) Lampura Totong Sunardi, Rabu(1/7).

Disampaikan Totong, masyarakat jangan tergiur dengan harga murah dan banyak iming-iming manis dari jasa travel. Masyarakat harus mencari tahu terlebih dahulu apakah jasa travel umroh tersebut memiliki izin atau tidak.”Sudah banyak kita dengar dan lihat, banyak jasa travel umroh bodong yang mengambil tarif murah, namun saat waktu keberangkatan mereka malah tidak berangkat. Untuk itu saya minta masyarakat Lampura untuk berhati-hati,”himbau Totong Sunardi melalui sambungan teleponnya.

Jika ingin berangkat Umroh lanjut Totong, masyarakat harus melihat dan mendapat informasi secara resmi bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan surat pembukaan Ibadah Umroh. Jika Kemenag Lampura sudah mendapat surat resminya, tentu informasi ini akan disampaikan kepada Masyarakat.”Lebih baik kita bersabar dan menunggu terlebih dahulu. Kalau kita sudah terima suratnya, masyarakat kita perbolehkan untuk berangkat umroh,”kata dia.

Disinggung soal jumlah, Totong menjelaskan Kemenag sendiri tidak memiliki datanya. Karenanya berapa jumlah pasti masyarakat Lampura yang akan berangkat Umroh tidak dapat dijelaskannya. Sebab data tersebut ada di masing-masing jasa travel. Kemenag Lampura sendiri hanya memberikan rekomendasi untuk pembuatan paspor jamaah.

Sejauh ini sebelum pandemi Covid-19 terjadi sudah ada 40 Calon jamaah umroh yang membuat paspor.”Kalau berangkat atau tidaknya kami nggak tau, karena itu jasa travel yang mengurusnya, kami hanya membuatkan paspor. Sejauh ini baru ada 40 Calon jamaah umroh, namun selama Pandemi Covid-19 ini nggak ada yang buat paspor,”jelasnya. (ria/fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here