Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum wr wb
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terus membuktikan komitemennya. Melakukan pembenahan, utamanya dibidang keuangan. Setelah tunggakan pada rekanan dibayarkan, Pemkab Lampura juga mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk triwulan kedua, bulan April, Mei dan Juni. Walaupun, masih ada sedikit keterlambatan pencairannya. Namun itu masih terbilang wajar. Apalagi ada persoalan administrasi terkait kelengkapan berkas dari desa itu sendiri. Sehingga pencairannya, sedikit molor.
Bandingkan dengan tahun lalu, ADD menunggak hingga berbulan-bulan lamanya. Bahkan Kepala Desa dan perangkatnya sampai turun kejalan, menuntut Pemkab Lampura, membayar tunggakan dimaksud. Begitu pula dengan sejumlah rekanan yang berkali-kali turun kejalan. Meminta agar proyek tahun 2018 yang telah dikerjakan dapat dibayarkan.
Semoga saja, apa yang dilakukan Pemkab Lampura ini, bukan sebatas pencitraan semata. Mencomot anggaran dari sejumlah posko untuk membayar rekanan dan ADD. Sehingga menimbulkan kesan, bahwa Pemkab saat ini sudah mulai mengurai ‘benang kusut’ persoalan keuangan. Tetapi menjelang berakhirnya tahun anggaran, menjadi gelagapan, karena beberapa pos tidak lagi dapat bergerak karena dananya tidak ada. Tentu akan timbul masalah baru dari sisi keuangan.
Anggapan semacam itu cukup berdasar. Hadirnya Lekok sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), memerlukan pembuktian kepiawaian yang bersangkutan dalam mengelola persoalan keuangan. Karena publik tahu persis, Plt.Bupati Lampura, Budi Utomo, punya memori khusus dengan Lekok. Ketika berangkat meniti karir dari bidang keuangan. Keduanya pernah mengabdikan diri dalam bidang tugas yang sama. Yakni menyangkut keuangan daerah. Sangat konyol, ketika kehadiran Lekok persoalan keuangan Lampura tidak dapat teratasi.
Anggapan baik oleh Budi Utomo maupun Lekok ingin membuktikan kemampuanya dalam hal mengelola keuangan, memang masih perlu penelusuran lebih lanjut. Belum ada pembuktian untuk itu. Namun dengan sendirinya akan terkuak, jika pada akhirnya persoalan keuangan lainnya muncul.
Semoga saja tidak demikian, justru keduanya benar-benar membuktikan kemampuan dan kafasitasnya. Dengan begitu kedepan Lampura dipastikan jauh lebih baik lagi. Menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera dan religius. Semoga (**)
Wassalam






