Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Berita seputar penangkapan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Utara, lantaran terjerat narkoba, membuat publik terhenyak. Begitu memprihatinkan peredaran dan penyalahguanaan narkoba di Lampura. Sehingga seorang ASN dilingkup Dishub setempat terjerat barang haram tersebut. Lebih terpukul lagi, Hi.Basirun Ali sebagai Kepala Dishub Lampura. Mendapati kenyataan, ada pegawainya yang terlibat.
Hi.Basirun yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang keras dalam hal disiplin, merasa pembinaan yang dilakukannya selama ini sia-sia. Padahal setiap hari dalam apel yang digelar lingkungannya, soal disiplin ini menjadi sorotan utama. Karena kunci dari keberhasilan bagi seorang pegawai adalah kedisiplinan. Disiplin waktu, disiplin dalam bekerja dan melaksanakan tugas serta disiplin atas peraturan yang berlaku. Dengan kedisiplinan yang tinggi, maka tidak ada ruang untuk bertindak diluar koridor. Termasuk untuk terlibat pada kegiatan yang dapat menjerumuskan masa depan. Tidak hanya diri pribadinya, tetapi juga dapat merusak nama baik dan kehormatan keluarga.
Kekecewaan seorang Basirun Ali, wajar. Bukan hanya pada oknum pegawainya. Tetapi juga pada dirinya sendiri. Mungkin, pembinaan yang dilakukan belum optimal. Meskipun dirinya telah berupaya semaksimal mungkin untuk itu. Ada pesan yang belum dapat terserap dengan baik oleh pegawainya. Atau metode pembinaan yang dilakukan masih belum mengena. Atau mungkin belum ketatnya pengawasan yang dilakukan terhadap personil. Inilah yang membuat Basirun kecewa dan terus interospeksi, apa yang salah.
Sebuah sikap terpuji seorang pimpinan, yang tidak serta merta menyalahkan anak buahnya. Meskipun dalam persoalan ini, lebih menyangkut pada sisi pribadi, bukan soal kedinasan. Narkoba menyentuh oknum personil, tanpa mengenal embel-embel dibaliknya. Keterlibatan oknum dalam narkoba, mutlak pribadi yang bersangkutan. Karena narkoba tidak mengenal status, pangkat, jabatan, kasta, agama termasuk usia. Narkoba masuk kesegala lini tanpa pandang bulu. Karenanya benteng terkokoh ada pada diri sendiri. Bagaimana untuk tidak dekat apalagi menyalahgunakan barang haram tersebut. (**)
Wassalam






