Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Miris, mendapati pelaku penganiayaan (percobaan pembunuhan) terhadap Taufik, pemuda yang ditemukan bersimbah darah tergeletak di kebun sawit, masih sangat muda. Bahkan salah seorang tersangka masih berusia 16 tahun. Terlebih, diantara tersangka dengan korban ternyata berteman dekat.
Hanya lantaran persoalan sepele, dua tersangka berencana ‘menghabisi’ Taufik. Bag film action, keduanya menyusun rencana. Sangat matang. Tersangka mengajak korban menenggak minuman keras. Setelah korban mabuk, secara bergantian kedua tersangka memukul kepala korban berkali-kali dengan sepotong kayu. Setelah yakin, korbannya tewas, keduanya meninggalkan korban diperkebunan sawit. Lantas, agar kesannya merupakan korban pembegalan, tersangka melarikan motor dan mengambil HP korban.
Terlepas dari motif para tersangka, namun tindakan yang dilakukan terlihat terencana dengan matang. Bagaimana mereka menggiring korban dengan mengajak menenggak minuman keras. Kemudian korban dipukul bagian kepala yang mengesankan sebagai korban pembegalan. Pun begitu dengan upaya menghilangkan jejak.
Pada sisi ini tentu membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana remaja yang masih berusia 16 tahun (dibawah umur), mampu menyusun rencana dengan matang. Kemudian melakukan eksekusi. Hanya lantaran korban masih dapat diselamatkan, rencana yang disusun itu gagal. Jika saja nyawa Taufik tidak tertolong, maka jelas tindakan keduanya merupakan tindak pidana berat, yakni pembunuhan berencana.
Ini tentu menjadi keprihatinan bersama. Bagaimana moralitas remaja saat ini yang benar-benar bergeser. Akrab dengan minuman keras, dan sangat berani untuk melakukan tindak kejahatan berat. Ingin menghabisi nyawa rekannya sendiri.
Menjadi catatan penting bagi kepala keluarga untuk memperhatikan bagaimana perkembangan mental keluarganya sejak dini. Bukan hanya peduli pada pendidikan formal disekolah. Tetapi sikap moral juga harus senantiasa dalam pengawasan dan bimbingan. Sehingga mereka tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang tidak indah akan moralitas. Seperti minuman keras, narkoba, perjudian dan tindak kekerasan atau tindak pidana lainnya.
Karena ketika dibiarkan, akan menjadi semacam letupan besar. Mereka akan mencoba sesuatu yang lebih menantang lagi. Apalagi banyak inspirasi yang mereka dapatkan dengan menonton film atau tayangan dewasa. Itu kemudian yang menginspirasi tindakan yang sejatinya diluar nalar dan akal sehat. Tindakan yang mestinya hanya ada dalam adegan film action. Apalagi mereka masih remaja yang mestinya berkutat dengan buku dan pelajaran disekolah. (**)
Wassalam






