Limbah PT.BSSW/BW Diduga Cemari Lingkungan dan Sungai Malungun Masyarakat Desa Gedung Ketapang, Minta Pemerintah Bertindak

286
caption foto : Ketua Ormas Laskar Nusantara, Muhammad Azis MA (tengah) usai menyampaikan laporannya pada DLH Lampura, Kamis (19/11)

KOTABUMI — Menanggapi laporan dan keluhan dari sejumlah masyarakat, Desa Gedung Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terkait pencemaran dampak lingkungan, yang berasal dari pembuangan air limbah PT. Budi Starch & Sweetener Tbk, (BSSW) atau PT. Bumi Waras (BW) di wilayah setempat. Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Nusantara, lapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampura, Kamis (19/11) sekira pukul 10.00 WIB.

Kepada Radar Kotabumi, Ketua Ormas Laskar Nusantara, Muhammad Azis MA, dengan didampingi sekretarisnya Eka Saputra mengungkapkan bahwa, pihaknya saat ini telah melayangkan laporan secara resmi ke DLH Kabupaten Lampura, terkait hasil temuan dan pengaduan masyarakat, atas pencemaran dampak lingkungan, yang berasal dari pembuangan air limbah PT. BSSW/BW yang berlokasi di Desa Gedung Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan. Laporan tersebut tertuang dalam 08/LP/BPC-LN/XI/2020 tentang pencemaran limbah cair.

“Kami Ormas Laskar Nusantara telah melaporkan secara resmi PT. BSSW/BW ke Dinas DLH, terkait pencemaran limbah cair” ujarnya.

Saat di singgung mengenai, apa saja hasil temuan di lapangan, Muhammad Azis mengatakan, berdasarkan fakta dilapangan, saat Ormas Laskar Nusantara melakukan kroscek pada aliran sungai tempat pembuangan limbah, di temukannya 5 (Lima) pipa paralon besar yang di salurkan oleh perusahaan ke aliran sungai Malungun.

Ke Lima pipa tersebut, di ketahui mengeluarkan cairan limbah yang diduga telah mencemarkan aliran sungai Malungun. “Dilokasi, tempat pembuangan limbah akhir, terdapat Lima pipa besar. Tiga pipa selalu mengeluarkan cairan yang berbau busuk, dan Dua pipa lainnya mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat, yang mengakibatkan rusaknya ekosistem alam dan mengakibatkan matinya ikan-ikan yang berada di sungai Malungun” urainya.

Masih kata Azis, atas hasil temuan, pihak PT. BSSW/BW yang merupakan perusahaan produksi tapioka, yang beroperasi di Kabupaten Lampura tersebut, di duga telah melanggar UU-RI No.32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Oleh karena itu, Ormas Laskar Nusantara berharap kepada DLH Kabupaten Lampura, agar segera mengambil tindakan atas laporannya tersebut. Selain itu, DLH juga diharapkan agar dapat mengambil Sampling Air agar dapat di bawa ke Laboratorium untuk di lakukan pengecekan. Dan apabila nantinya di temukan Mikrobiologi atau zat yang membahayakan kami berharap DLH dapat bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memberikan sanksi terhadap perusaahan terkait” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tomy Suciadi, yang di wakili oleh M. Luzirwan, selaku Kabid Pengendalian, pencemaran dan kerusakan Lingkungan, Dinas setempat membenarkan atas adanya laporan tersebut. “Ia benar, kami mendapat laporan dari Ormas Laskar Nusantara, terkait dugaan pencemaran limbah cair milik PT. BSSW/BW yang ada di Desa Gedung Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan” katanya.

Lebih jauh, M. Luzirwan mengatakan bahwasannya selama ini, pihak PT. BSSW/BW aktif dalam memeberikan laporan secara rutin ke pihak DLH per tigabulan sekali, terkait limbah cair yang di kelola oleh perusahaan tapioka tersebut.

“Selama ini dalam laporan yang di ajukan oleh pihak perusahaan, tidak pernah ada masalah, dan semuanya terlihat baik-baik saja” jelasnya.

Diteaskan jika Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lampura, dalam pekan ini akan segera menindaklanjuti laporan Ormas Laskar Nusantara tersebut, guna mencari kebenaran dan fakta di lapangan yang sebenarnya.

“Dalam pekan ini DLH Lampura akan segera turun kelapangan, untuk melakukan kroscek secara langsung terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan air limbah akhir milik perusahaan tapioka tersebut. Jika nanti fakta di lapangan ditemukan sesuai dengan hasil laporan, maka pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan, untuk mengambil langkah selanjutnya” ujarnya. (fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here