Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum wr wb
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan pendukung tenaga kesehatan lainnya, akan menjalani program vaksinasi covid-19 tahap pertama. Mereka akan disuntik vaksin sinovac sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Pemberian vaksin pada nakes ini dilakukan, lantaran merekalah yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemic covid-19 yang berlangsung hamper satu tahun ini.
Nakes yang paling beresiko terpapar virus. Karena mereka yang melakukan kontak langsung para pasien positif covid. Walaupun untuk itu mereka telah memproteksi diri dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Namun, tetap saja mereka beresiko tinggi terpapar.
Karenanya, vaksinasi sinovac tahap pertama diperuntukan bagi nakes. Diharapkan vaksin tersebut menjadikan para nakes aman dan kebal dari paparan virus yang berasal dari Wuhan China tersebut. Sehingga mereka dapat secara optimal melaksanakan tugas kemanusiaan. Tanpa harus takut, akan terjangkit dan menularkan pada orang lain, termasuk keluarganya.
Kita ketahui, sepanjang penanganan covid-19, nakeslah yang paling banyak beresiko. Sehingga mereka kerap harus diisolasi pada mess khusus. Tidak lagi dapat dengan bebas bercengkrama dengan keluarga. Disejumlah daerah, Pemerintah setempat memberikan fasilitas tempat tinggal khusus bagi nakes. Agar pengabdian yang dilakukan, tidak harus terganggu dengan pemikiran akan menjadi penyebab keluarganya tertular.
Pada sisi ini, sikap Pemerintah sudah sangat tepat. Artinya pemerintah mendahulukan warga yang paling beresiko terpapar virus. Hanya saja persoalannya, kehadiran vaksin sinovac itu sendiri masih meninggalkan rasa was-was tersendiri. Apalagi informasi yang banyak beredar, mengindikasikan bahwa vaksin sinovac belum aman. Walaupun informasi dimaksud masih menjadi perdebatan kebenarannya.
Namun awam menangkap, seperti ada ketidakberesan dengan vaksin sinovac tersebut. Ada rasa was-was dan curiga. Baik terkait efektivitas vaksin memberangus virus covid-19, maupun efek yang bakal ditimbulkan dari vaksin tersebut. Sebuah sikap wajar, apalagi bagi masyarakat yang sangat awam dalam hal vaksinasi.
Nah, ketika pemerintah menentukan nakes sebagai yang pertama penerima vaksin, ada anggapan pemerintah ingin memberikan pemahaman. Bahwa sesungguhnya vaksin tersebut telah teruji, aman dan efektif mengatasi virus. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk divaksinasi berikutnya.
Semoga saja, semua berjalan sesuai dengan harapan. Vaksin sinovac bekerja secara efektif, dan aman tanpa efek samping. Sehingga pandemic covid-19 segara dapat berakhir dan enyah dari persada ibu pertiwi. (**)
Wassalam






