Kotaku Jadikan Luasan Kumuh Perkotaan Berkurang Azwar : Kedepan Tidak Ada Lagi Kelurahan Yang Kumuh

25
Foto RIA Asisten II Pemkab Lampura H. Azwar Yazid saat memimpin Rapat Kotaku, Rabu (13/1).

KOTABUMI–Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu upaya
strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di
perkotaan dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses air minum
layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.
Program Kotaku dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara
pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan
stakeholder lainya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah
kabupaten/kota sebagai pelaku utama.

Tujuannya untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di
permukiman kumuh perkotaan dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru
dalam rangka untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak
huni, produktif, dan berkelanjutan.

Agar program tersebut dapat berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan,
Pemkab setempat melakukan evaluasi kegiatan Kotaku yang sudah, dilakukan.
“Harapannya ke depan program Kotaku ini mampu atasi kawasan kumuh,
setidaknya mampu mewarnai pembangunan wilayah perkotaan ditingkat Kabupaten
Lampura.” jelas Asisten II Pemkab Lampura H. Azwar Yazid usai memimpin Rapat
Kotaku, RaBU (13/1).

Dijelaskan Azwar, dalam program Kotaku tersebut ada penanganan dan pencegahan
kota tanpa kumuh."Saya berharap ke depan dalam penanganan Kota tanpa kumuh
ini semua bisa bersinergi. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah hingga ke tingkat
bawah semua bisa berkolaborasi dalam menangani kawasan kumuh,"harap Azwar
Yazid saat diwawancarai usai rapat bersama di Aula Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah(Bappeda).
Dalam program Kotaku, lanjut Azwar, ada tiga aspek yang harus dikedepankan, yakni
Infastruktur, Perekonomian dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat dan Lembaga
Daerah.

Kegiatan ini akan tetap berjalan tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Pusat.
Karena program ini memang harus benar-benar berjalan."Ini merupakan kebutuhan
Kabupaten Lampura. Agar Kabupaten Lampura utamanya kawasan perkotaan dapat
menjadi sebuah kawasan yang layak huni, produktif dan bermasyarakat,"ucapnya.
Ditempat yang sama Koordinator Kotaku Kabupaten Lampura Rio menyatakan,
Kotaku memiliki PR untuk membuat Kabupaten Lampura ke depan membuat luasan
kumuh berkurang.

Tidak hanya melalui program Kotaku saja, tetapi dibidang lainnya juga. Sehingga ke
depan Lampura mampu bersama menggait program ke Pusat dan mendapat bantuan kembali dan tidak akan ada lagi Kelurahan yang Kumuh."Tahun ini ada lima
Kelurahan yang akan dibenahi. Mulai dari Kelurahan Tanjung Senang, Tanjung Aman,
Tanjung Harapan, Kelapa Tujuh dan Desa Candimas,"pungkasnya.(ria/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here