Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Tingginya intensitas hujan belakangan ini, membuat debit air disejumlah sungai semakin
meninggi. Terlebih jika hujan terjadi dibagian hulu sungai. Kondisi ini berpotensu
menyebabkan banjir. Utamanya diwilayah bantaran sungai dan wilayah-wilayah rawan
banjir.
Mujur dikabupaten Lampura, terdapat bendungan Way rarem yang berada dibagian hulu
beberapa sungai besar. Diantaranya sungai besar seperti Way rarem. Bendungan ini
mengatur arus dan debit air yang akan disalurkan pada saluran irigasi dan sungai yang
ada.
Namun pengaturan dapat normal dilakukan, ketika tidak melampaui kapasitas
bendungan. Sebab ketika melampaui kapasitas dapat berakibat fatal sampai kepada
kemungkinan terburuk jebolnya bendungan tersebut.
Artinya ketika debit air terus menerus meninggi, maka akan diambil sikap untuk membuka
seluruh pintu air yang menuju kesungai. Jelas saja, sungai-sungai yang memang telah
meluap, akan semakin meluap lagi. Banjir dibagian hilir sudah pasti tidak dapat terelakkan
lagi.
Masalahnya kemudian, usia bendungan Way rarem sudah 37 tahun. Sudah memasuki usia
yang cukup kritis untuk sebuah bendungan dapat berfungsi secara maksimal. Bisa jadi
dibeberapa bagian telah mengalami kerusakan semisal rembes. Dimana jika berlarut dapat
mengakibatkan jebolnya bendungan terbesar di Lampura itu. Ketika itu terjadi maka
bencana banjir maha besar akan terjadi, bahkan diperkirakan dapat merendam wilayah
kota Kotabumi.
Ini harus menjadi perhatian serius. Baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun pihak
Kementrian PUPR, UPT Balai Besar wilayah sungai Mesuji Sekampung.
Harus ada langkah antisipatif sebelum hal buruk itu terjadi. Seperti melakukan
perbaikan dan peremajaan bendungan, atau menyiagakan tim khusus untuk
penanggulangan jika bencana itu terjadi.
Jangan sampai abai dengan kemungkinan ini. Lebih baik waspada dari pada
terlanjur terjadi bencana dengan kesiapan yang apa adanya. Sebab ini
menyangkut keselamatan warga. (**)
Wassalam






