Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) sudah berulang dijadwalkan. Terakhir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, menjadwalkan KBM Tatap Muka dimulai awal Februari. Tentu dengan persyaratan penerapan protokoler kesehatan (prokes) ketat. Bahkan untuk meyakinkan, sekolah siap menerapkan prokes, Disdikbud Lampura menerjunkan tim verifikasi kesekolah-sekolah.
Namun dalam pekembangannya, terjadi peningkatan status dari zona oranye ke zona merah, medio Januari lalu. Sehingga keputusan pelaksanaan KBM Tatap Muka kembali ditunda. Sementara sepakan kemudian atau akhir Januari lalu, status Lampura kembali turun menjadi zona oranye. Penurunan status yang dirasa kurang tepat. Sebab hampir setiap hari terus terjadi penambahan kasus.
Penundaan pelaksanaan KBM Tatap Muka itu dimanfaatkan Disdikbud untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh. Hasilnya dari 884 sekolah PAUD, SD dan SMP yang ada di Lampura sebanyak 823 sekolah Siap menjalankan KBM Tatap muka. Artinya terdapat 50 yang belum siap dan 11 diantaranya sudah menyatakan siap melengkapi.
Ini catatan penting bagi Disdikbud Lampura untuk melakukan pembinaan terhadap sekolah yang tidak siap itu. Apalagi jika ketidaksiapan itu lantaran ketidakpedulian terhadap perkembangan covid-19. Merasa bahwa pandemi yang tengah melanda seluruh belahan dunia, sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.Jika ketidakpedulian itu yang menjadi landasan, Disdikbud Lampura harus mengambil sikap tegas. Tidak lagi memberikan toleransi hanya sebatas teguran semata. Sebab sikap tersebut dapat berakibat fatal bagi anak didik. Bayangkan ketika KBM Tatap Muka dilaksanakan, maka akan sangat berpotensi anak didik disana menjadi terpapar.
Artinya pengelola sekolah tersebut, tidak sepenuhnya menjalankan tanggungjawabnya. Tidak peduli atas apa yang bakal menimpa siswa-siswi disekolahnya. Sebuah sikap yang sangat berbahaya bagi kelangsungan siswa jika dibiarkan. Beri sanksi tegas, bila perlu laporkan pada Bupati untuk mencopot kepala sekolah tersebut. (**)
Wassalam






