Oleh : Hery Maulana
Assalamualikum Wr.Wb
Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memiliki banyak potensi wisata. Seperti wisata alam, wisata budaya/religi dan wisata buatan. Dimana apabila dikelola dengan baik, akan menjadi destinasi wisata yang menarik minat pengunjung. Baik itu wisatawan lokal maupun luar daerah. Dengan begitu, bukan hanya dapat menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Utamanya masyarakat yang berada disekitar lokasi.
Hanya memang, untuk membangun obyek wisata dimaksud perlu dana yang besar. Bukan hanya untuk menyulap lokasi menjadi tujuan menjadi menarik. Tetapi juga harus menyediakan sejumlah fasilitas umum. Termasuk membangun sarana pendukung, seperti akses jalan untuk memudahkan pengunjung sampai kelokasi.
Sementara kondisi keuangan di Kabupaten Lampura, masih belum stabil. Beban anggaran untuk membayar sejumlah tunggakan, ditambah banyaknya dana yang terserap untuk penanganan Covid-19. Rasanya mustahil, bagi kabupaten Lampura dapat membangun obyek wisata yang diminati pengunjung.
Karenanya pemerintah setempat melalui Dinas Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) coba menggaet insvestor swasta. Kerjasama saling menguntungkan dijalin. Investor mengembangkan usahanya pada obyek-obyek wisata dimaksud. Tentu dengan bagi hasil keuntungan dengan Pemkab untuk menopang PAD.
Namun strategi ini harus benar-benar dapat menguntungkan kedua belah pihak. Dengan tetap memperhatikan kearifan lokal. Bagaimana masyarakat disekitar lokasi, tetap menjadi ‘tuan’ dinegerinya sendiri. Seluruh kegiatan tetap harus melibatkan masyarakat setempat. Termasuk ketika ada warga yang ingin berjualan produk khas lokal sebagai souvenir misalnya.
Apalagi bendungan Waytebabeng selama ini dijadikan andalan bagi petani ikan keramba apung disana. Masyarakat menggantungkan kehidupan dari keramba-keramba apung yang ada dibendungan itu. Pemkab dan insvestor harus bijak, jangan sampai pembangunan yang dilakukan merusak apa yang selama ini menjadi tumpuan perekonomian warga. Misalkan menjadikan lokasi itu, sebagai salah tujuan pengunjung. Mereka yang ingin melihat secara langsung bagaimana pengembangbiakan ikan dengan keramba apung.
Dengan demikian apa yang menjadi tujuan utama, yakni membangun perekonomian masyarakat dapat terwujud. Jangan sampai, insvestor mengeruk keuntungan dan pemkab Lampura dapat menopang PAD-nya, sementara perekonomian masyarakat sekitar semakin terpuruk. (**)
Wassalam






