Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 8 Feb 2021 20:59 WIB ·

Penghargaan Tjindarboemi


 Penghargaan Tjindarboemi Perbesar

Oleh : Hery Maulana

Assalamualaikum Wr.Wb

Penghargaan Tjindarboemi merupakan penghargaan yang diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan penghargaan yang diberikan sebagai salah satu kepedulian PWI Lampung atas dedikasi dan inovasi terhadap pembangunan yang dilaksanakan di Lampung. Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 kali ini, bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo, menerima penghargaan itu untuk kategori Kepala Daerah Penataan Sektor Wisata Alam.

Ada banyak peran Bupati Budi Utomo dalam menata sektor wisata di Lampura. Sejumlah obyek wisata seperti wisata alam Grand Bambu di Kecamatan Abung Tengah, wisata alam Bendungan Way Tebabeng di Abung Selatan, kemudian Air Terjun, dan batu alam berbentuk prasasti yang akan ditempatkan di beberapa lokasi taman di wilayah perkotaan, dan masih banyak potensi wisata lainnya yang tengah dilakukan penataan oleh bupati Lampura.

Apa yang dilakukan bupati tersebut patas mendapat apresiasi. Bupati Budi Utomo layak menerima penhargaan bergensi dari organisasi wartawan tertua di Republik ini.

Hanya saja, penghargaan yang diberikan itu harus menjadi motivator. Sebagai semangat tersendiri untuk semakin memacu kinerja dan mewujudkan apa yang menjadi tujuan utamanya. Bukankah pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin akan diukur dengan kemampuan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Sebagaimana tujuan pendiri negeri ini untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Artinya, penataan sektor wisata yang dilakukan, bukan hanya dari segi estetika semata. Tetapi harus dapat menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat. Bagaimana dengan penataan yang dilakukan, semakin menghidupkan ekonomi masyarakat utamanya yang berada disekitar lokasi wisata. Ini harus menjadi prioritas dibalik semua rencana akbar menghidupkan sektor wisata yang menelan banyak biaya itu.

Apalah artinya, jika ‘gemerlap’ sektor wisata, sementara kehidupan masyarakatnya justru semakin suram. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda