Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 10 Feb 2021 20:56 WIB ·

Ahmad Sugiri, 25 Tahun Mengayuh Becak Untuk Menghidupi Keluarga


 caption : Ahmad Sugiri bersama becak yang menemaninya mengais rejeki  Perbesar

caption : Ahmad Sugiri bersama becak yang menemaninya mengais rejeki

KOTABUMI —Hujan, tidak mematahkan semangat Ahmad Sugiri (67), untuk mengais rezeki. Menjadi tukang becak adalah pekerjaan yang selama 25 tahun ini ia geluti. Walau beberapa tahun belakangan, pekerjaannya itu kurang diminati warga. Sebab banyak warga lebih memilih jasa seorang tukang ojek, atau angkutan kota(angkot) dari pada memakai jasa tukang becak.

Praktis dari tahun ke tahun, pendapatannya terus menurun. Terlebih ditengah pandemi saat ini. Aktivitas masyarakat dibatasi, sehingga pendapatannya menjadi sangat minim. Namun Warga Mekarsari RT 001 / RW 004, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) itu, masih saja bertahan. Ia tetap mangkal di seputaran pasar pagi dan diseputaran Pos Kota, Kotabumi.

Kepada Radar Kotabumi, Ahmad Sugiri bapak dari delapan anak ini, menceritakan perjalanan hidupnya. Bagaimana ia harus menghidupi delapan anaknya itu. Ia hanya mengandalkan pendapatan dari mengayuh becak. Meski demikian, ia mampu menghantarkan lima anaknya kejenjang pernikahan. Hanya tinggal tiga anak saja yang saat ini masih bergantung hidup dengannya.

Namun belakangan beban hidup semakin dirasa berat. Meski hanya untuk membiayai kehidupan dan sekolah tiga anaknya saja. Ini lantaran, jasa becak sudah banyak ditinggalkan warga. Ada yang merasa, jasa tersebut kurang manusiawi. Karena penumpang duduk santai, sementara sipengayuh becak tersengal dan kelelahan. Apalagi disaat pandemi Covid-19, penumpang menjadi sangat sepi. Dalam sehari ia hanya mampu mengumpulkan uang sekitar Rp.15 ribu. Sangat jauh dari cukup untuk menghidupi keluarganya dirumah. “Paling banter cuma Rp.15 ribu mas, ya gak cukuplah. tapi mau gimana lagi,” ujarnya, Rabu (10/2).

Ahmad Sugiri berharap, pandemi covid-19 dapat segera berakhir, sehingga penumpang becak nya bisa ramai seperti dulu, karena dari situlah dia menafkahi keluarganya. (cw.10/her)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rombongan CJH Lampura Dilepas Menuju Asrama Haji

3 Mei 2026 - 12:14 WIB

29 April 2026 - 16:10 WIB

BPS Lampura Gelar Sosialisasi SE dan FGD

29 April 2026 - 10:17 WIB

Meski Diprediksi Tak Terdampak Langsung El Nino /// Lampura Tetap Antisipasi

28 April 2026 - 17:37 WIB

Kabag Kesra Tinjau Langsung Lokasi Pelepasan CJH

27 April 2026 - 10:56 WIB

Rapat Bersama, Dishub Matangkan Terminal Stasiun /// Kotabumi Menuju TBB

25 April 2026 - 11:58 WIB

Trending di Headline