Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 25 Feb 2021 21:06 WIB ·

Pengawasan Orang Tua


 Pengawasan Orang Tua Perbesar

Oleh : Hery Maulana

Assalamualaikum Wr.Wb

Sudah hampir satu tahun, siswa mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Atas, belajar di rumah. Ini disebabkan pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia. Pemerintah tidak ingin anak-anak didik itu terpapar virus asal Whuhan China itu. Karenanya, meskipun kebijakan itu tidak populis, terpaksa diambil.

Padahal, sejak sebelum kemerdekaan Republik ini, belajar dirumah hanya setelah lepas dari jam belajar disekolah. Tidak dikenal sistem belajar jarak jauh. Kecuali sistem perkuliahan seperti Universitas Terbuka (UT) misalnya.

Praktis titik tumpu pembelajaran, dilakukan disekolah. Para siswa tidak hanya dikenalkan soal mata pelajaran semata, tetapi juga menyangkut mental spiritual dan disiplin. Peran sekolah dan guru sangat besar, untuk menjadikan para siswa bukan hanya pintar, tetapi berbudi pekerti luhur. Sisanya setelah belajar disekolah, para siswa diberikan pelajaran tambahan berupa Pekerjaan Rumah (PR) dan tugas-tugas tertentu yang harus dikerjakan.

Nah ketika wabah corona menyerang, sistem pembelajaran ini ditiadakan. Karena para siswa tidak diizinkan untuk berangkat belajar kesekolah. Sebab sewaktu-waktu virus tersebut dapat memapar para siswa. Ini diyakini akan memperburuk situasi dan menyangkut keselamatan para siswa itu sendiri.

Lantas, diberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Toh kita sudah memiliki teknologi yang memungkinkan belajar tetap dijalankan meski tidak disekolah. yakni dengan sistem virtual atau dalam jaringan (daring). Guru tetap dapat memonitor siswanya dan memberikan pelajaran.

Namun sistem ini ternyata banyak persoalan. Mulai dari terdapat wilayah yang tidak dapat dijangkau jaringan, keterbatasan siswa untuk memiliki perangkat seperti android, pulsa dan efektivitas pembelajaran yang dilakukan. Pemerintah sendiri sudah mencoba mengatasinya dengan sejumlah program, termasuk penyediaan pulsa bagi siswa dan guru.

Hanya saja, masalahnya tidak sesederhana itu. Pada mereka yang jelas-jelas memiliki fasilitas saja, belajar dengan sistem daring tidak sepenuhnya dijalankan. Kebanyakan siswa merasa belajar dirumah layaknya libur panjang. Tugas yang diberikan sekolah dikerjakan seadanya dan semampunya. Siswa juga tidak lagi menerima pendidikan disiplin layaknya sewaktu belajar disekolah. Sikap mental juga mengalami penurunan drastis, lantaran pengawasan yang kendur bahkan bisa dikatakan tidak ada dari sekolah.

Inilah yang kemudian banyak dikeluhkan para wali murid. Sehingga mereka meminta pemerintah dapat memberlakukan kembali KBM Tatap muka disekolah. Meskipun ada banyak yang harus ditaati, utamanya menyangkut protokoler kesehatan. Para orang tua merasa, anak-anaknya mengalami kemunduran dalam pendidikannya. Namun apa daya, semua berpulang pada kebijakan pemerintah. Ketika pemerintah belum mengizinkan KBM Tatap muka, maka sistem Daring akan terus dipergunakan.
Tidak ada jalan lain, selain berdoa agar pandemi segera berakhir dan siswa dapat kembali kesekolah. Selain yang patut dikerjakan adalah melakukan pengawasan ketat kepada anak-anak agar mereka benar-benar melaksanakan pembelajaran dengan sistem Daring ini. Tanpa pengawasan orang tua, sistem daring tidak akan efektif. Anak-anak kita bahkan tidak belajar dan semakin bermalas-malasan. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda