Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Konten-konten negatif masih berseliweran didunia maya. Termasuk video porno, demikian mudah diakses. Meskipun Pemerintah telah melakukan pemblokiran konten negatif dan berbau pornografi. Namun pemblokiran yang dilakukan setengah hati. Hanya terbatas pada provider lokal dan tidak mampu membendung secara total. Akibatnya, masyarakat masih dapat leluasa memperoleh akses video porno tersebut dengan memanfaatkan jaringan tertentu semisal VPN (Virtual Private Network).
Belum lagi sejumlah aplikasi seperti Whatsapp, Tweeter, Face Book, dll yang juga masih ‘kecolongan’ soal konten negatif atau video mesum. Melalui grup tertentu, saling tukar video porna kerap terjadi. Malahan ada diantaranya yang secara terang bermesum ria melalui videocall atau semacamnya.
Padahal pengaruh negatif yang ditimbulkannya sangat hebat. Karena tidak seluruh pengguna berusia dewasa dan bijak dalam bermedia sosial. Pada anak-anak, konten seperti itu akan sangat berpengaruh pada sisi psikis. Mental mereka akan rusak dan ada kecenderungan ingin melakukan adegan serupa seperti yang ditonton. Bahkan lelaki dewasapun, ada yang tidak dapat menahan birahi, lantaran menonton adegan-adegan syur.
Tak ayal, kasus pelecehan seksual semakin meningkat, dengan berbagai modus. Malahan diantaranya ada yang terjadi dalam hubungan keluarga atau sedarah (incest). Ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. Perlu upaya serius untuk memberantas segala yang berbau pornografi.
Memang Pemerintah secara khusus memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari korban pelecehan seksual. Kemudian memberikan sanksi tegas bagi sesiapa yang terlibat dalam tindak pidana pornografi. Namun ini dirasa belumlah cukup. Jika pornografi masih terus berseliweran didunia nyata utamanya didunia maya. Pemerintah harus berani menutup atau memblokir segala akses yang berbau pornografi. Sebuah kerja keras yang harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Semoga kedepan ini dapat berjalan. Sehingga pornografi tidak lagi berseliweran, baik didunia nyata maupun didunia maya. (**)
Wassalam






