Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Kursi wakil bupati Lampung Utara, agaknya masih akan lama baru terisi. Sebab hingga kini belum ada komunikasi yang dibangun antara koalisi partai pengusung (Nasdem, PKS, Gerindra dan PAN). Sementara, internal masing-masing Parpol justru sibuk menetapkan sosok yang bakal diusulkan. Setidaknya sudah tiga nama dari internal paorpol yang resmi disebut sebagai calon dari partainya. Yakni Imam Syuhada (Nasdem), Pattimura (Gerindra) dan Agung Utomo (PKS). Hanya PAN yang hingga kini belum kedengaran suaranya.
Posisi ini sejatinya semakin mempersulit keadaan. Karena ‘aturan mainnya’, koalisi parpol mengusulkan dua nama untuk dipilih oleh DPRD. Artinya harus ada parpol yang merelakan calonnya tidak terpilih untuk diusulkan. Perlu pembicaraan yang intens agar sampai pada kesepakatan itu. Siapa yang mundur atau dimundurkan, dan siapa yang akan diusulkan.
Celakanya, jangankan pembicaraan secara intens, komunikasi lintas parpol saja belum dilakukan. Sejauh ini parpol pengusung hanya sibuk mempersiapkan sosok calon. Tanpa berusaha untuk membangun komunikasi dan mengurai persoalan yang bakal dihadapi.
Padahal itu baru permulaan masalah. Karena so pasti Budi Utomo bupati Lampura, juga wajib didengar keinginannya. Parpol koalisi tidak dapat ‘gujuk-gujuk’ menyampaikan calon, tanpa restu dari Budi. Sebab, Budi harus sreg dengan sosok yang bakal mendampinginya. Dengan kata lain, justru yang harus didengar saat ini adalah siapa sosok yang diinginkan Budi. Tanpa mendengarkan suara hati Budi, maka siapapun nama yang disodorkan pasti akan mendapat ‘penolakan’. Dengan berbagai dalih dan cara.
Disisi lain, DPRD Lampura yang bakal melangsungkan hajat Pilwabup, juga belum merampungkan menggodok perubahan Tata Tertib (Tatib). Karena pada Tatib yang berlaku saat ini, belum termaktub tatacara Pilwabup. Karenanya harus dilakukan perubahan Tatib dimaksud.
Dengan situasi demikian, maka hampir dapat dipastikan kursi wabup masih akan lama terisi. Bisa jadi tidak akan pernah terisi sampai dengan masa jabatan Bupati Lampura berakhir. Karena hingga kini Belum ada kepastian Pilwabup akan digelar (**)
Wassalam






