Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Lampung Utara (Lampura) semakin dekat. Jika melihat ‘geliat’ yang dilakukan pemangku kepentingan. DPRD Lampura misalnya, melalui Panitia Khusus (Pansus) perubahan Tatib, terus menggodok dan menyempurnakan Tatib yang berisikan Tatacara Pilwabup. Sebab aturan yang dihasilkan Pansus, merupakan dasar terselenggaranya Pilwabup. Sebab Tatacara Pilwabup akan memuat tahapan-tahapan hingga pelaksanaan Pilwabup.
Disisi lain, Partai Nasdem yang merupakan salah satu Partai Politik (Parpol) pengusung sudah menggelar rapat pleno. Memutuskan merekomendasikan dua nama yakni Imam Syuhada dan Joni Sukirwan, sebagai calon wabup yang akan diusulkan. Sementara tiga Parpol pengusung lainnya (Gerindra, PAN dan PKS), juga tengah melakukan persiapan. Untuk sampai pada satu kesimpulan siapa yang akan diusulkan.
Walaupun diperlukan kesepakatan bersama empat parpol itu terhadap dua nama yang diusulkan. Dari nama-nama yang sempat direkomendasikan masing-masing partai. Karena UU mengatur demikian. Artinya diperlukan kesepahaman dan membuang jauh ego dan gensi. Bahwa calon harus berasal dari parpol mereka. Melainkan tumbuh sebuah kesadaran, bahwa ada kepentingan yang jauh lebih besar. yakni kepentingan Lampung Utara kedepan. Bahwa keberadaan wabup, merupakan keharusan jika ingin Lampura kedepan lebih maju dan sejahtera. Pemerintahan tidak bisa berjalan optimal, jika bupati bekerja sendiri. Terlebih dalam situasi saat ini. pandemi yang belum merada dan kondisi keuangan Lampura yang sulit.
Hadirnya sosok wabup akan menjadi energi tersendiri bagi bupati dan seluruh stake holder. Sehingga dapat mempercepat tujuan Lampura bangkit. Semoga. (**)
Wassalam






