Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Pergantian musim (pancaroba) agaknya mulai berlangsung diwilayah Kabupaten Lampung Utara. Dari musim panas atau kemarau menuju musim penghujan. Ini terlihat, dari beberapa daerah yang terus diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang juga menerpa dan menumbangkan pepohonan.
Sejumlah wilayah dikabupaten ini, termasuk rawan bencana, ketika musim penghujan datang. Banjir dan terpaan angin puting beliung dan tanah longsor menjadi langganan daerah tertentu di Lampung Utara,setiap tahunnya.
Untuk banjir, terdapat beberapa titik di wilayah Kecamatan Kotabumi dan sekitarnya. Ini lantaran wilayah dimaksud merupakan aliran empat sungai besar. Yakni sungai Wayrarem, Way Abung, Way Sesah dan Way Umban. Sementara ada ratusan warga yang berdomisili pada bantaran keempat sungai tersebut. Ketika air sungai meluap, banjir menggenangi kediaman mereka. Bahkan beberapa kediaman, terendam hingga atapnya. Wilayah rawan banjir dimaksud, diantaranya berada dibeberapa titik di kelurahan Kotaalam, Tanjung Aman, Kelapa Tujuh dan Tanjung Harapan Kecamatan Kotabumi Selatan. Kelurahan Kotabumi Udik, Kotabumi Pasar, Kecamatan Kotabumi. Kemudian bagian hilir, di Kecamatan Abung Timur dan Abung Surakarta.
Sedangkan angin puting beliung, kerap menerjang kecamatan Abung Semuli dan Abung Selatan Sementara tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning dan Tanjung Raja.
Adanya wilayah yang rawan bencana utamanya saat musim penghujan, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Lampung Utara, siaga bencana. Sejumlah persiapan dilakukan. Baik kesiapan personil maupun peralatan yang ada. Dengan begitu, ketika bencana datang dapat langsung ditanggulangi. Utamanya menyangkut keselamatan warga yang tertimpa bencana.
Namun terpenting dari semua itu adalah, kewaspadaan dari warga. Terutama mereka yang berada diwilayah atau menjadi langganan bencana. Sehingga ketika bencana datang, tidak panik tetapi dapat melakukan tindakan yang benar. Yakni keselamatan diri dan anggota keluarga, bukan justru mengedepankan evakuasi harta benda. Padahal sangat beresiko terhadap keselamatan jiwa. (**)
Wassalam






