Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lampung Utara (Lampura), merillis peringatan dini datangnya La Nina jelang akhir tahun. Ini dimaksudkan agar masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan. Sebab La Nina berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.
Apa yang dimaksud dengan La Nina ? Dilansir dari laman BMKG, La Nina adalah fenomena Suhu Permukaan Laut (SPL) yang menurun sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa. Penurunan suhu tersebut sebanyak 3° hingga 5° C dari suhu normal. Dimana akibat pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum. Kemunculan fenomena La Nina biasanya berlangsung paling tidak selama lima bulan. Fenomena La Nina kebalikan dari El Nino. Diketahui El Nino merupakan fenomena pemanasan SML di atas kondisi normalnya.
BMKG mengungkapkan, fenomena La Nina ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan bulanan, dengan akumulasi curah hujan dapat meningkat hingga 70 persen. Ini sangat serius dan penting untuk disikapi Pemerintah setempat. Agar masyarakat menjadi lebih waspada. Sehingga ketika terjadi bencana dapat meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat melakukan persiapan penanggulangan. Baik alat yang dibutuhkan maupun petugas yang akan diterjunkan. Terlebih sejumlah titik di Kabupaten Lampura memang rawan bencana. Seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. (**)
Wassalam






