Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Lampung Utara Berduka. Satu lagi putra terbaiknya berpulang. Rusli Kagung, SE pada Selasa (16/11) sekira pukul 17.30 WIB, menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Ryacudu Kotabumi. Mantan Kasat Pol PP Kabupaten Lampung Utara itu, dikebumikan di kompleks Pemakaman Keluarga, Kelurahan Kotabumi Ilir, Rabu (17/11).
Sosok yang oleh kerabat dan adik-adiknya akrab dipanggil “Docek”, merupakan abdi negara yang tidak banyak ulah. Pengabdiannya dilakukan dengan penuh tanggungjawab, dimanapun dirinya bertugas. Staf dan bawahannya tidak pernah mengeluhkan kepemimpinannya. Tidak otoriter dan sangat mengayomi. Meski Docek sangat tegas, utamanya dalam penegakan disiplin. Penampilannyapun sederhana, jauh dari kesan seorang pejabat atau pemimpin. Itulah yang membuat Docek disukai banyak kalangan. Sepanjang pengabdiannya tidak ada catatan miring. Baik terkait kinerja maupun sikap dan kepribadiannya.
Sifat mengayomi juga dirasakan oleh keluarga, terlebih bagi adik-adiknya. Docek tidak hanya tampil sebagai seorang kakak, tetapi juga sebagai orang tua. Sikap inilah yang menjadikan Docek, dihormati dan disegani. Docek menjadi tauladan yang terus berbekas, meskipun kini ia telah tiada.
Bagi keluarga besar Radar Kotabumi, Docek memiliki arti tersendiri. Bagaimana dirinya memotivasi adik kandungnya, Kohar Mega (alm), yang kala itu memilih jalan hidup menjadi wartawan Radar Lampung. Motivasi dan dukungan penuh itu menjadi salah satu pemicu semangat juang Alm Kohar, untuk bekerja secara optimal. Tidak sia-sia Kohar Mega, dapat membawa Radar Lampung di wilayah Lampung Utara semakin bersinar. Prestasi ini tentunya menjadi catatan penting bagi chairman Radar Lampung Group, Ardiansyah (bos Acah). Sebagai salah satu alasan untuk mendirikan Radar Kotabumi, koran daerah diwilayah Lampung Utara dan Waykanan. Bos Acah lalu menunjuk Kohar Mega sebagai General Manager Radar Kotabumi.
Meskipun aktivitas Docek sangat padat, sewaktu-waktu dirinya tetap menyisihkan waktu untuk mampir ke Radar Kotabumi. Sebagai seorang kakak, tak segan memberikan teguran ketika ada yang dilihat dan dirasakannya kurang pas. Dengan bahasa yang lembut tetapi bersahaja. Sikap inilah yang membuat Docek tidak hanya dekat dengan sang adik, tetapi juga dengan kru Radar Kotabumi yang lain.
Kini Docek telah berpulang. Docek telah tenang diharibaannya. Namun petuah, motivasi dan kebaikan Docek akan tetap dikenang. Selamat jalan Docek, doa kami menyertaimu. (**)
Wassalam






