Assaolamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Kembali Kabupaten Lampung Utara (Lampura), meraih predikat juara II Musabaqoh Tilawatil Quran(MTQ) tingkat Provinsi Lampung. Predikat yang sama diraih pada MTQ Tahun 2020 lalu.
Meski belum beruntung meraih predikat juara umum, namun apa yang dicapai kafilah Lampura itu patut diapresiasi. Karena untuk dapat mempertahankan predikat juara yang diraih tahun sebelumnya, tidaklah mudah. Kafilah yang dikirim Kabupaten/kota lain, jelas merupakan sosok pilihan dan mumpuni. Paling tidak diwilayah Kabupatennya. Mereka ini juga melakukan persiapan yang maksimal. Targetnya menjadi yang nomor satu dan mengharumkan nama daerahnya.
Perjuangan para kafilah itu, harusnya menjadi catatan penting bagi pemerintah setempat. Jangan sampai torehan sejarah itu, hanya dihargai sekenanya. Pada saat mereka kembali dari berjuang. Selanjutnya, mereka tak lagi menjadi perhatian, bahkan ditinggalkan begitu saja. Petinggi Daerah mulai sibuk mencari tunas baru, untuk dipersiapkan pada ajang tahun berikutnya.
Sebuah realita yang kerap dialami para pejuang yang mengharumkan nama daerahnya. Hampir pada semua perlombaan. Ketika capaian melambungkan nama daerah, mereka begitu dielukan. Diberi hadiah berbagai bentuk, bahkan bonus. Tetapi setelahnya, nama mereka tenggelam dan dilupakan. Kiprahnya, hanya menjadi catatan yang tersimpan. Nasibnya, bergantung upaya dan kerjak kerasnya sendiri. Pemerintah bahkan masyarakat tidak lagi peduli. Mereka dilupakan bahkan diabaikan.
Sungguh miris, beberapa ‘pejuag’ bahkan untuk tingkat dunia, terlupakan. Ada banyak pesohor di negeri ini yang setelah mengharumkan nama negaranya, ‘terbuang’. Diantaranya ada yang menyambung hidup dengan menjadi ‘tukang pukul’ pada sebuah diskotik. Pemerintah tak lagi peduli padanya. Padahal ketika dirinya berjuang begitu dielukan. Menjadi perbincangan disetiap media dengan ulasan yang sangat wah.
Realita ini harusnya diakhiri. Karena dibalik perjuangan, butuh konsentrasi dan latihan keras. Bahkan mereka terkadang harus jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Namun tekat untuk menang dan memngharumkan nama daerah atau negaranya, membuat semua itu tak berarti. Berganti sebuah semangat, memberikan yang terbaik. (**)
Wassalam






