Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes, Sp.KKLP, merupakan sosok terbaik yang dimiliki Lampung Utara. Sebagai seorang dokter dan Aparatur Sipil Negara (ASN), memberikan tauladan, bagaimana sejatinya mengabdikan diri, menjadi pelayan rakyat. Ini juga yang membuat seluruh dokter di Kabupaten Lampung Utara bersepakat, mengamanahkan jabatan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Utara.
Pemerintah setempat juga tidak ragu mempercayainya untuk menjadi direktur RSUD Ryacudu. Dimana kala itu RSUD Ryacudu tengah dirundung sejumlah persoalan. Mulai dari persoalah utang kepada pihak penyedia obat yang belum terbayarkan dan berimbas pada kekosongan stok obat di rumah sakit plat merah itu. Juga gonjang-ganjing sejumlah dokter spesialis yang ingin mundur lantaran insentif yang tak terbayarkan. Persoalan serupa juga dialami ratusan tenaga medis dan karyawan lain di Rumah Sakit tersebut.
Namun dr. Sri tidak surut, dirinya tetap bersemangat dan menerima amanah itu. Pada 29 Februari 2021, secara resmi dr.Sri dilantik sebagai direktur RSUD Ryacudu. Sejak dilantik, beliau berusaha memperbaiki sejumlah persoalan itu. Kekosongan obat dapat diatasinya, meskipun konon, harus ‘meminjam’ pada RS Hi. Yusuf milik orang tuanya.
Saat itu, kasus covid-19 di Lampung Utara meningkat drastis. Pasien terpapar covid-19 tidak lagi dapat tertampung di ruang isolasi yang tersedia. Dia bersama manajemen rumah sakit, terpaksa mengambil langkah merubah ruang VIP menjadi ruang isolasi pasien COVID-19.
Sebagai seorang dokter, dr. Sri paham betul resiko yang dihadapi ketika harus kontak langsung dengan pasien terpapar covid-19. Namun ia tidak memikirkan resiko itu. Baginya merawat dan menyelamatkan pasien lebih utama. Dan itu menjadi kenyataan, perjuangannya harus terhenti. dr.Sri terpapar covid-19 dan dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Selama dua pekan ia dirawat, pada Sabtu pagi (10/7), dr. Sri Meninggal dunia.
Sosok baik dan bersahaja itu berpulang. Mengorbankan dirinya dalam perjuangan melawan covid-19. Beliau gugur sebagai syuhada, sebagai garda terdepan berjuang melawan covid-19. Pejuang kemanusiaan yang patut dijadikan tauladan dan terpatri dengan tinta emas.
Atas perjuangannya itu, Presiden RI menganugrahinya bintang Jasa Pratama. Sebuah penghargaan dan pengakuan negara akan perjuangan dan pengorbanan yang dilakukannya. Semoga dr. Sri tenang diharibaan sang khaliq. Insha Allah, Aamin (**)
Wassalam






