Sisir Pasar, Desyadi Buka ‘Lapak Jejamo’ di Tanjung Raja
KOTABUMI-Berbagai Inovasi baru terus dilahirkan Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten tertua di Provinsi Lampung ini.
Tak tanggung-tanggung Kepala Bapenda Hi. Desyadi turun langsung ke lapangan menyusuri Pedagang-pedagang yang ada di Pasar Tanjung Raja.
Kali ini Kepala Bapenda bersama timnya turun membuka Layanan Pajak Kalangan “Lapak Jejamo” guna mendorong percepatan pendaftaran dan pembayaran pajak secara digital.”Kita sangat berharap dengan adanya Lapak Jejamo ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan perpajakan tanpa harus menempuh proses yang berbelit,”ucap Desyadi, Kamis(10/9).
Tak hanya sekedar membuka Pelayanan lanjut Desyadi, dengan adanya Lapak Jejamo di tengah-tengah para Pedagang khususnya, Masyarakat mampu beralih ke Sistem Perpajakan Digital.
Dengan adanya ini Masyarakat dapat pelayanan yang lebih cepat, praktis, transparan, sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan daerah.
Mengingat kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
Dengan pola pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat seperti ini, Bapenda Lampung Utara menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi aktif turun ke lapangan dan mendekatkan layanan pajak ke tengah masyarakat.”Dengan adanya ini tingkat Kepatuhan Masyarakat semakin meningkat,”paparnya.
Pada akhirnya, semakin mudah layanan pajak diakses masyarakat, semakin besar pula peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya kembali untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Lampung Utara.
Di Lapak Jejamo juga Masyarakat bisa berkonsultasi soal Pajak. Mulai dari Pembayaran Pajak PBB-P2, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), PBJT Makan Minum Jasa Boga dan Pajak Daerah lainnya.”Melalui QRIS pembayaran Pajak Daerah dapat lebih mudah. Kegiatan ini bergulir akan kita adakan di Pasar-pasar Kalangan yanga ada di 23 Kecamatan,”pungkasnya.(ria)






