Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 11 Jun 2020 20:17 WIB ·

Tetap Waspada


 HERY MAULANA (PLT. Pimred Radar Kotabumi)
Perbesar

HERY MAULANA (PLT. Pimred Radar Kotabumi)

Oleh : HERY MAULANA (Plt. Pimred Radar Kotabumi)

Assalammualaikumwr.wb

Terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif covid-19, menunjukan bahwa Lampung Utara belum aman. Peredaran covid-19 masih berlangsung dan siap menularkan siapa saja. Tercatat akumulasi warga yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah sebanyak 8 kasus. Melihat dari riwayat perjalanannya, diketahui kedelapannya merupakan Klaster Gowa, Bengkulu dan Temboro.

Ini menunjukan Tim Gugus Tugas selama ini baru melakukan Swab test terhadap klaster tersebut. Diluar itu, belum dilakukan Swab tes. Sementara dipastikan banyak pergerakan yang dilakukan warga dari klaster dimaksud. Sehingga sangat berpotensi terjadi transmisi lokal. Demikian pula dengan setidaknya 8 ribu pendatang yang tiba di Lampura mulai dari awal Ramadhan hingga saat ini. Umumnya mereka berasal dari wilayah episentrum dan zona merah Covid-19.

Hanya saja, Gugus Tugas tidak melakukan penyisiran terhadap warga dimaksud. Jangankan melakukan Swab tes untuk memastikan terpapar atau tidak, Rapid tes saja baru dilakukan untuk 400 warga.

Bukannya berharap ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, tetapi dari realita itu sangat miris jika Lampura dikatakan masih aman covid-19. Dari sekitar 8 ribu pendatang, Rapid tes yang dilakukan baru sebanyak 400 spesimen atau masih 5 persen. Dengan kecilnya prosentase yang diperiksa, tentu tidak dapat mewakili kepastian sebuah status. Apalagi jika realita tersebut tidak disampaikan kepada Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga kemenkes akan baranggapan bahwa kasus positif di Lampura sangat kecil dan tidak layak ditingkatkan statusnya.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan Gugus Tugas, kiranya kenyataan ini menjadi catatan khusus. Bahwa potensi jumlah kasus positif Lampura sangat besar. Jika saja Gugus Tugas mau jujur dan bersusah-payah. Melakukan tes secara massal. Utamanya terhadap warga pendatang. Semakin banyak spesimen yang diuji, maka akan semakin banyak hasil yang didapat. Baik itu positif maupun negatif.

Ini teramat penting untuk diprioritaskan. Agar pergerakan virus dapat terdeteksi. Kemudian dilakukan langkah, paling tidak dapat melokalisir pergerakan virus. Sehingga tidak merebak kemanan-mana tanpa bisa dikendalikan. Yakinlah, ini merupakan tugas kemanusiaan. Bukan hanya akan diperhitungkan didunia, tetapi juga di akherat saat kita kembali kelak.

Disisi lain, warga juga harus membantu tugas berat Gugus Tugas. Caranya dengan senantiasa waspada bahwa virus ini masih berada disekitar kita. Ikuti apa yang menjadi himbauan pemerintah. Untuk senantiasa mematuhi protokoler kesehatan dalam setiap aktivitas. Menjaga jarak, memakai masker dan sesering mungkin mencuci tangan memakai sabun, atau menggunakan hand sanitizer. Selanjutnya sama-sama berdo’a semoga wabah ini segera berakhir dan kita akan kembali hidup normal bukan hanya kehidupan new normal semata. Wallahualam bisawab (**)
Wassalam

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda