Oleh: Hery Maulana
Usia ke 13 tahun, umumnya merupakan fase kedua bagi manusia. Pada usia ini, bocah baik lelaki maupun perempuan memasuki akil balig. Akil yang secara bahasa artinya berakal, memahami, atau mengetahui. Sementara itu, balig dapat didefinisikan sebagai seseorang yang sudah mencapai usia tertentu dan dianggap sudah dewasa, atau sudah mengalami perubahan biologis yang menjadi tanda-tanda kedewasaannya.
Itu artinya, pada usia 13 tahun, terjadi perubahan mendasar. Dari sebelumnya disebut bocah, menjadi remaja. Dari sebelumnya tidak dibebani tanggungjawab, harus bertanggungjawab. Dengan kata lain, pada usia itu, sudah mulai harus mampu mandiri. Tidak lagi bergantung pada orang tua, atau siapapun yang menjadi walinya.
Inilah yang diresapi seluruh kru Radar Kotabumi, saat memperingati hari jadinya yang ke-13. Radar Kotabumi, sudah semakin dewasa dan harus mampu menunjukan jati dirinya. Sebagai Surat Kabar Harian (SKH), yang tidak mampu digerus oleh keadaan. Sebab diketahui, era digitalisasi saat ini, membuat media cetak mulai ditinggalkan. Masyarakat tidak lagi tertarik membaca surat kabar yang dianggap terlalu ribet dan memakan tempat. Cukup dengan menggerakkan jarinya pada androit dan seketika berita yang diinginkan didapat.
Radar Kotabumi, memahami situasi itu. Karenanya Radar Kotabumi tetap mempertahankan apa yang menjadi ciri khasnya. Yakni sebagai surat kabar daerah yang memuat apa yang hangat dan menjadi perhatian publik. Lantas dikemas dengan gaya bertutur yang sederhana yang mudah dipahami pembaca. Aktual dan terpercaya dari sumber yang kridibel yang disajikan dari sudut pandang berbeda, membuat Radar Kotabumi tetap diburu pembaca.
Selain itu, Radar Kotabumi berusaha memanjakan pelanggannya dengan dimunculkanya koran digital. Koran yang dicetak, digandakan dengan system Pdf yang dapat dengan mudah dishare dan sampai ketangan pembaca. Hanya dengan satu kali klik pada ponsel, pelanggan dapat memilih berita disetiap halaman. Sebuah aplikasi mudah dan sangat murah yang diperkenalkan Radar Kotabumi. Pelanggan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan hanya membayar Rp.100 ribu, pelanggan dapat membaca berita Radar Kotabumi selama 4 bulan lamanya.
Semua itu dilakukan Radar Kotabumi, semata-mata untuk memanjakan para pembaca. Meskipun tetap membuka pintu untuk kritik dan saran yang sifatnya membangun.(**)
Wassalam






