Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 21 Jul 2020 22:01 WIB ·

Libur Panjang


 Libur Panjang Perbesar

Oleh: Hery Maulana

Assalamualaikum wr wb

Dunia Pendidikan menjadi satu diantara yang sangat terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Meski tidak boleh disebut “diliburkan”, namun sesungguhnya itulah yang terjadi, sejak Pandemi melanda negeri ini. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai tingkatan terbawah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, tidak lagi dilakukan disekolah. Termasuk kegiatan pendidikan di Perguruan Tinggi. Semua dihentikan !.

Tidak ada lagi proses KBM secara tatap muka, melainkan konon dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau secara online. Meskipun disejumlah wilayah, yang tidak memiliki jaringan internet, mustahil KBM secara daring dapat dilakukan. Apalagi untuk kegiatan dimaksud, para siswa harus memiliki HP androit dan tentunya tersedia kuota. Sementara untuk wilayah pedesaan, HP androit bagi seorang anak, masih menjadi barang mewah. Dengan kata lain, mayoritas siswa PAUD, SD, SMP disana tidak memiliki HP androit. Termasuk beberapa siswa SMA. Apalagi jika siswa itu berasal dari kalangan kurang mampu.

Disisi lain, kemampuan pihak sekolah untuk menggunakan metode itu, masih sangat terbatas. Hanya beberapa sekolah saja yang memiliki fasilitas dan operator yang faham betul dengan metode tersebut. Itupun didominasi oleh SMA atau sederajat yang berada diwilayah perkotaan.

Inilah yang membuat KBM secara daring tidak berjalan efektif. Siswa hampir disemua tingkatan, merasa mereka tengah libur panjang. Bukan seperti yang diharapkan pemerintah. Para siswa tetap melakukan aktivitas KBM, namun secara daring.

Memang pemerintah dihadapkan pada pilihan dilematis. Mengeluarkan kebijakan untuk mengaktifkan proses KBM secara tatap muka, sama halnya membiarkan siswa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Akan ada yang terpapar dan mungkin berakibat fatal. Bersikukuh dengan metode daring, dipastikan akan terjadi penurunan kualitas pendidikan secara drastis.

Namun berdiam dengan keadaan juga bukan solusi. Karenanya apa yang dilakukan oleh SMPN 6 Kotabumi, patut untuk dijadikan contoh. Bagaimana sekolah itu membuat terobosan dengan melakukan pelatihan penggunaan aplikasi Google Classroom. Sebuah aplikasi yang memungkinkan KBM dilakukan dengan efektif secara daring. Tinggal saja, bagaimana pemerintah mensiasati para siswa yang tidak memiliki androit. Agar mereka juga tetap dapat mengikuti metode KBM dan tidak ketinggalan dengan siswa lain yang memiliki fasilitas itu. (**)
Wassalam

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda