Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum wr wb
Tidak lama lagi, Budi Utomo, resmi menjabat sebagai Bupati Lampung Utara (lampura) definitif. Wakil bupati Lampura, yang kini menjabat sebagai Plt Bupati, akan ditetapkan menjadi bupati dalam Rapat paripurna DPRD setempat. Itu setelah Menteri Dalam Negeri (mendagri) menandatangani Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Agung Ilmu Mangkunegara, terpidana kasus fee proyek, dari jabatannya sebagai Bupati Lampura.
Untuk menggelar Rapat Paripurna dimaksud, DPRD diberi waktu paling lambat 10 hari sejak diterimanya Surat Gubernur Lampung yang melampirkan SK Mendagri itu. Dengan begitu, paling lambat pekan depan Budi Utomo resmi bupati Lampura, untuk sisa jabatan sampai dengan tahun 2024 mendatang.
Memang cukup berat bagi Budi Utomo untuk melaksanakan amanah itu. Budi dihadapkan pada situasi dan kondisi keuangan Lampura yang tengah sulit. Beban anggaran yang besar yang harus dialihkan pula sebagian untuk penanggulangan Covid-19. Budi harus mampu keluar dari kesulitan itu. Jika tidak, dirinya akan dipandang sebagai sosok yang tidak mampu mengelola keuangan.
Ini akan membuka celah, bagi orang atau kelompok yang ‘berkeinginan’ melihatnya ‘jatuh’. Sementara, memerintah lantaran sang bupati berhenti disebabkan terjerat hukum, jelas berbeda dengan keadaan normal. Ada tekanan disana, setidaknya secara psyicologis. Ewuh pakewuh dan perasaan ingin berbalas budi. Itu manusiawi, mengingat Budi berangkat dari seorang birokrat yang ‘ditarik’ masuk dalam pusaran politik.
Sementara Budi juga harus bekerja membenahi birokrasi yang ada. Beruntung saat ini, jabatan Sekda telah definitif. Setidaknya Budi punya patner kerja sosok yang terbilang handal dan memiliki hubungan harmonis sejak lama. Sehingga harmoni kerja akan berjalan seirama. Walaupun pada jabatan startegis lain, masih banyak yang lowong. Tentu ini juga berpengaruh dalam menjalankan roda pemerintahan.
Pada sisi lain, Budi juga akan dihadapkan pada persoalan kursi wabup. Tentu akan ada banyak tekanan politik. Baik dalam masa penjaringan maupun penentuan siapa yang akan mendampinginya. Akan banyak aspirasi yang berkembang. Baik yang benar-benar murni ingin Lampura lebih maju, atau sekedar basa-basi dan sarat kepentingan.
Tetapi Budi Utomo, merupakan sosok birokrat yang berangkat meniti karir dari bawah. Banyak asam garam yang sudah dirasakannya. Pengalaman, kematangan dan pengetahuannya diyakini mampu untuk keluar dari permasalahan tersebut. Asalkan Budi, tetap pada sosok yang berpendirian sebagaimana dirinya selama ini. Tetap melangkah dalam koridor serta senantiasa istiqomah. (**)
wassalam






