Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Selasa 3 November 2020, akan menjadi catatan sejarah. Budi Utomo, wakil bupati Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dilantik menjadi Bupati Lampura untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Setelah sebelumnya Budi Utomo menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampura. Ini disebabkan, Agung Ilmu Mangkunegara Bupati Lampura kala itu, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikediaman dinasnya. Selanjutnya Agung oleh pengadilan divonis bersalah dan diganjar hukuman 7 tahun penjara. Selain itu diwajibakan pula membayar denda dan uang pengganti. Agung kemudian juga diberhentikan dari jabatannya sebagai bupati Lampura
Sebagai wakil wakil bupati, Budi memang diamanatkan oleh Undang-undang untuk meggantikan posisi bupati yang berhalangan tetap, karena diberhentikan dari jabatannya. Tidak ada pilihan disana, karena ketentuannya saklek demikian. Untuk itu proses menuju pendefinitif-an dilakukan. Hingga sampai pada pelantikan pada jabatan bupati untuk masa jabatan yang tersisa.
Sebuah realita pada sistem pemerintahan yang dianut negara ini yang mesti dipahami. Sehingga tidak ada pandangan miring, apalagi kemudian mengkaitkan dengan ‘jasa’ dan perjuangan. Bahwa jabatan itu disandang, lantaran dulunya dipilih menjadi pasangan Agung. Sehingga Budi mesti ‘memahami’ ada banyak keterlibatan keluarga dan tim pemenangan disana. Dengan kata lain, Budi harus pandai membalas budi.
Sebuah tekanan psykologis yang tidak dapat dihindari oleh seorang Budi. Tentu dengan tatacara yang beragam, termasuk kemungkinan untuk bergaining sosok wakil bupati yang akan diusulkan kemudian. Belum lagi kemungkinan adaya tekanan dari partai pengusung. Sementara kondisi keuangan kabupaten Lampura yang juga tengah terpuruk.
Dalam posisi ini, jelas akan membelenggu keleluasaan seorang Budi dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi jika Budi tidak mampu keluar dari persoalan tersebut. Karena memang sangat dilematis. Tugas Budi kedepan menjadi sangat berat.
Tetapi jika Budi berjalan diatas koridor yang benar, dirinya dapat lepas dari belenggu itu. Kemudian menunjukan kemampuannya membawa Lampura menjadi lebih baik, maju dan sejahtera. Jawaban itu yang akan menghantarkan Budi keluar dari segala tekanan dan sakwasangka negatif atas dirinya. Semoga (**)
Wassalam






