Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 1 Nov 2020 21:50 WIB ·

Terbelenggu


 Terbelenggu Perbesar

Oleh : Hery Maulana

Assalamualaikum Wr.Wb

Selasa 3 November 2020, akan menjadi catatan sejarah. Budi Utomo, wakil bupati Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dilantik menjadi Bupati Lampura untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Setelah sebelumnya Budi Utomo menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampura. Ini disebabkan, Agung Ilmu Mangkunegara Bupati Lampura kala itu, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikediaman dinasnya. Selanjutnya Agung oleh pengadilan divonis bersalah dan diganjar hukuman 7 tahun penjara. Selain itu diwajibakan pula membayar denda dan uang pengganti. Agung kemudian juga diberhentikan dari jabatannya sebagai bupati Lampura

Sebagai wakil wakil bupati, Budi memang diamanatkan oleh Undang-undang untuk meggantikan posisi bupati yang berhalangan tetap, karena diberhentikan dari jabatannya. Tidak ada pilihan disana, karena ketentuannya saklek demikian. Untuk itu proses menuju pendefinitif-an dilakukan. Hingga sampai pada pelantikan pada jabatan bupati untuk masa jabatan yang tersisa.

Sebuah realita pada sistem pemerintahan yang dianut negara ini yang mesti dipahami. Sehingga tidak ada pandangan miring, apalagi kemudian mengkaitkan dengan ‘jasa’ dan perjuangan. Bahwa jabatan itu disandang, lantaran dulunya dipilih menjadi pasangan Agung. Sehingga Budi mesti ‘memahami’ ada banyak keterlibatan keluarga dan tim pemenangan disana. Dengan kata lain, Budi harus pandai membalas budi.

Sebuah tekanan psykologis yang tidak dapat dihindari oleh seorang Budi. Tentu dengan tatacara yang beragam, termasuk kemungkinan untuk bergaining sosok wakil bupati yang akan diusulkan kemudian. Belum lagi kemungkinan adaya tekanan dari partai pengusung. Sementara kondisi keuangan kabupaten Lampura yang juga tengah terpuruk.

Dalam posisi ini, jelas akan membelenggu keleluasaan seorang Budi dalam menjalankan roda pemerintahan. Apalagi jika Budi tidak mampu keluar dari persoalan tersebut. Karena memang sangat dilematis. Tugas Budi kedepan menjadi sangat berat.

Tetapi jika Budi berjalan diatas koridor yang benar, dirinya dapat lepas dari belenggu itu. Kemudian menunjukan kemampuannya membawa Lampura menjadi lebih baik, maju dan sejahtera. Jawaban itu yang akan menghantarkan Budi keluar dari segala tekanan dan sakwasangka negatif atas dirinya. Semoga (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda