Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum wr wb
Meski masih menjadi perdebatan, pemerintah tetap melanjutkan program pemberian vaksin sinovac kepada masyarakat. Bahkan di Kabupaten Lampung Utara, pemberian vaksin covid-19 itu akan mulai dilangsungkan pada 14 Januari mendatang. Kelompok pertama penerima vaksin tersebut adalah para pejabat, tenaga kesehatan (Nakes), TNI dan Polri. Setelahnya baru akan diberikan kepada masyarakat secara luas.
Padahal, ada banyak pendapat soal vaksin sinovac yang dibeli dari negeri China itu. Bukan hanya soal uji klinis yang dinilai masih meragukan, tetapi juga menyangkut kehalalan vaksin tersebut. Selain itu, lemahnya sosialisasi kegunaan vaksin berikut dengan efek yang ditimbulkan dari sinovac.
Di Kabupaten Lampura sendiri, pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan, baru akan mensosialisasikannya. Sosialisasi akan melibatkan seluruh puskesmas yang ada. Akan dijelaskan terkait vaksin sinovac, baik dari segi kegunaan hingga cara penyuntikan vaksin tersebut.
Melihat rentan waktu pelaksanaan pemberian vaksin tahap pertama, sepertinya sosialisasi tidak akan dapat optimal dilakukan. Padahal, perlu penjelasan secara komprehensif terkait vaksin sinovac itu. Apalagi, sampai dengan saat ini ada banyak informasi miring terkait vaksin dimaksud. Baik dari tayangan televisi yang menampilkan pendapat sejumlah ahli, maupun dari media sosial.
Informasi tersebut membuat masyarakat menjadi takut dan ragu-ragu untuk divaksinasi sinovac. Ketika sosialisasi berjalan apa adanya, maka proses vaksinasi massal mungkin akan terkendala. Bahkan dimungkinkan menimbulkan kegaduhan. Karenanya Pemkab harus benar-benar menggalakan sosialisasi itu. Sehingga masyarakat dapat dengan jelas mengetahui apa sesungguhnya vaksin sinovac. Manfaat dan kepastian kehalalannya. Termasuk soal bahwa vaksin itu telah teruji dan tidak bakal membahayakan bagi masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan menjadi lega dan dengan sadar diri bersedia untuk divaksin. Tidak beranggapan akan menjadi ‘kelinci’ percobaan. (**)
Wassalam






