Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 10 Jan 2021 22:23 WIB ·

Siap Divaksin


 Siap Divaksin Perbesar

Oleh : Hery Maulana

Assalamualaikum wr wb

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, resmi ditetapkan Pemerintah sebagai langkah penanggulangan pandemi virus yang berasal dari Wuhan China. Sejumlah persiapan, termasuk pendistribusian vaksin ke daerah telah dilakukan. Berikut dengan petunjuk atau sosialisasi pemakaian vaksin tersebut.

Walaupun, keberadaan vaksin dimaksud masih menjadi perdebatan banyak kalangan. Mulai dari efektivitas hingga soal keamanan vaksin bagi manusia, termasuk soal kehalalan kandungan vaksin. (Soal ini kemudian telah dipastikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memberikan fatwa halal). Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengkebut hasil pengujian mereka untuk kemudian memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).

Lantaran inilah, sejumlah warga menjadi ragu untuk divaksin. Amankah vaksin tersebut. Apalagi, informasi terkait vaksin dimaksud memang masih simpang siur.

Untuk menyakinkan masyarakat, Presiden RI Jokowi, menyatakan kesiapannya untuk mejadi yang pertama divaksin. Itu diikuti oleh sejumlah pejabat hingga ke daerah. Tidak terkecuali di Lampung Utara (Lampura).

Sekretaris kabupaten Lampura, Hi.Lekok menyatakan kesiapannya untuk divaksin pertama kali. Sikap ksatria ini, selain sebagai penyemangat juga dimaksudkan agar warga tidak ragu untuk divaksinasi. Bahwa vaksin tersebut aman dan memang sangat diperlukan untuk mengatasi pandemi covid-19.

Langkah itu juga diikuti oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Kotabumi, Riduan. Tanpa ragu, Riduan menyatakan kesiapannya untuk divaksin pertama bagi kalangan wartawan. Sebuah sikap yang sangat terpuji tentunya.

Dengan sikap yang ditunjukan keduanya, kiranya menjadi contoh bagi pejabat dan tokoh yang lain. Muaranya kepercayaan masyarakat menjadi semakin besar. Sehingga dapat dengan sukarela menerima vaksin tersebut. Bukan lantaran terpaksa atau takut dikenakan denda. Sebab jika itu yang dominan, maka pemberian vaksin secara massal akan sulit dilakukan. Jika itu terjadi, maka pandemi ini akan semakin lama berakhir. (**)

Wassalam

 

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda