Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum wr wb
Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, resmi ditetapkan Pemerintah sebagai langkah penanggulangan pandemi virus yang berasal dari Wuhan China. Sejumlah persiapan, termasuk pendistribusian vaksin ke daerah telah dilakukan. Berikut dengan petunjuk atau sosialisasi pemakaian vaksin tersebut.
Walaupun, keberadaan vaksin dimaksud masih menjadi perdebatan banyak kalangan. Mulai dari efektivitas hingga soal keamanan vaksin bagi manusia, termasuk soal kehalalan kandungan vaksin. (Soal ini kemudian telah dipastikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memberikan fatwa halal). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengkebut hasil pengujian mereka untuk kemudian memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA).
Lantaran inilah, sejumlah warga menjadi ragu untuk divaksin. Amankah vaksin tersebut. Apalagi, informasi terkait vaksin dimaksud memang masih simpang siur.
Untuk menyakinkan masyarakat, Presiden RI Jokowi, menyatakan kesiapannya untuk mejadi yang pertama divaksin. Itu diikuti oleh sejumlah pejabat hingga ke daerah. Tidak terkecuali di Lampung Utara (Lampura).
Sekretaris kabupaten Lampura, Hi.Lekok menyatakan kesiapannya untuk divaksin pertama kali. Sikap ksatria ini, selain sebagai penyemangat juga dimaksudkan agar warga tidak ragu untuk divaksinasi. Bahwa vaksin tersebut aman dan memang sangat diperlukan untuk mengatasi pandemi covid-19.
Langkah itu juga diikuti oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Kotabumi, Riduan. Tanpa ragu, Riduan menyatakan kesiapannya untuk divaksin pertama bagi kalangan wartawan. Sebuah sikap yang sangat terpuji tentunya.
Dengan sikap yang ditunjukan keduanya, kiranya menjadi contoh bagi pejabat dan tokoh yang lain. Muaranya kepercayaan masyarakat menjadi semakin besar. Sehingga dapat dengan sukarela menerima vaksin tersebut. Bukan lantaran terpaksa atau takut dikenakan denda. Sebab jika itu yang dominan, maka pemberian vaksin secara massal akan sulit dilakukan. Jika itu terjadi, maka pandemi ini akan semakin lama berakhir. (**)
Wassalam






