Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 14 Mar 2021 20:12 WIB ·

Gas Elpiji 3 Kg di Lampura “Menghilang’ Disdag Bakal Gandeng Pertamina Turun Lapangan


 <span class=Gas Elpiji 3 Kg di Lampura “Menghilang’ Disdag Bakal Gandeng Pertamina Turun Lapangan"> Perbesar

KOTABUMI–Lagi-lagi terjadi kelangkaan LPG (elpiji) tabung melon 3 Kg di beberapa wilayah yang ada di seputaran Kota.

Akibat kelangkaan gas tabung melon tersebut sejumlah Masyarakat mengeluh.
Keluhan Masyarakat ini langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampura Hendri.
Ia mengatakan, secepatnya akan mengambil langkah serta akan menggandeng pihak Pertamina untuk mencari tahu secara pasti penyebab sering terjadinya kelangkaan tabung elpiji 3 kg.”Secepatnya kita akan turun ke bawah dan kita akan gandeng Pertamina dalam hal ini. Dengan begitu saat terjadi temuan di lapangan langkah tegas bisa diambil secara langsung. Sehingga tidak ada lagi yang bermain dalam hal ini menimbun gas atau lainnya sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan,”ucap Hendri saat diwawancarai Radar Kotabumi, Minggu (14/3).

Hendri membenarkan jika saat ini terjadi kelangkaan gas tabung melon disejumlah wilayah Kota dalam beberapa hari terakhir.
Namun Disdag memang tidak bisa memberikan sanksi tegas, namun jika di lapangan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka Disdag akan melaporkannya kepada pihak Pertamina.
Sebab sejauh ini, Disdag hanya mampu memberikan pembinaan saja kepada Agen, pengepul dan pengecer serta memantau pendistribusiannya.”Saya sudah koordinasi dengan beberapa agen dan pangkalan, sejauh ini pasokannya lancar. Namun karena konsumsi dari konsumen meningkat menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan. Salah satunya ramainya Masyarakat yang mengadakan hajatan dan permintaan tabung melon meningkat,”ucapnya.

Jika nantinya saat sidak ditemukan ada pangkalan yang bermain masih Hendri, tentunya ada langkah dan hal yang harus diambil, salah satunya mencabut izinnya.
Hendri juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat jika ada pangkalan yang menjual harga tabung melon dengan harga diatas HET segera laporkan kepada pihak Disdag atau Pertamina.
Namun harus disertai bukti-bukti yang lengkal mulai dari foto, rekaman percakapan serta video.
Jangan sampai masyarakat membuat pengaduan tidak dilengkapi bukti.
Sehingga nantinya aduan dari Masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti untuk kemudian dikaji.”Apakah itu masuk ke ranah kita atau ke pihak Pertamina, itu akan kita kaji semua. Akan kita lihat dari bukti-bukti yang diserahkan Masyarakat,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline