Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Razia rumah tahanan (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), belakangan kerap dilakukan. Tidak hanya terkait narkoba dan barang terlarang yang dapat membayakan keselamatan warga binaan, tetapi juga ada tidaknya fasilitas khusus yang diberikan terhadap warga binaan.
Wajar jika razia terus dilakukan jajaran Kementrian Hukum dan Ham. Karena beberapa kali persoalan mengemuka dari balik jeruji besi. Publik pernah dihebohkan dengan keberadaan sel-sel mewah yang dihuni para koruptor dan penjahat kelas kakap.
Begitu juga dengan terungkapnya sindikat narkoba dari dalam penjara. Bahkan barang haram itu sempat pula ditemukan dalam jumlah lumayan besar didalam sel yang dihuni warga binaan.
Kasus kekerasan sesama warga binaan, juga menjadi persoalan tersendiri. Bahkan ada yang meregang nyawa akibat kekerasan dimaksud. Belum lagi ada warga binaan yang bunuh diri akibat frustasi dengan kasus yang menimpanya.
Itulah sebabnya, razia tidak hanya menyisir barang terlarang seperti narkoba. Tetapi juga barang yang dinilai dapat membahayakan warga binaan. Baik dipergunakan untuk menjalankan kekerasan dalam penjara, maupun untuk memudahkannya mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Sayangnya, dalam sejumlah razia yang dilakukan, tim gabungan tidak menemukan apa-apa. Meskipun Rutan atau Lapas dimaksud santer disebut terkait sindikat narkoba, misalnya.
Ada sejumlah spekulasi terhadap razia yang dilakukan. Bisa jadi memang sel tahanan tersebut bersih. Tetapi bisa jadi pula, razia yang akan dilakukan telah bocor. Sehingga ada waktu untuk melakukan ‘bersih-bersih’.
Pada spekulasi kedua, menunjukan jika ada keterlibatan ‘orang dalam’ Rutan atau Lapas. Sehingga razia yang seharusnya berjalan sebagaimana mestinya, justru menjadi ajang ‘unjuk gigi’. Bahwa Lapas atau Rutan tersebut ‘bersih’.
Spekulasi itu tidak berlebihan. Sebab dalam banyak kasus, keterlibatan petugas Lapas sangat dominan. Seperti kasus yang terjadi di Lapas Sukamiskin beberapa waktu lalu. Bukan hanya petugas, tetapi juga menyeret Kepala Lapas.
Karenanya strategi Kemenkumham untuk melakukan rotasi pejabat dilingkungan Lapas atau Rutan cukup jitu. Sebab memang, lamanya waktu bertugas ditempat tertentu akan berpotensi untuk melakukan penyimpangan. Karena seperti kebanyakan orang bilang, pejabat tersebut menjadi ‘hafal medan’. Mengerti seleuk beluk ditubuh lapas atau rutan tempatnya bekerja. (**)
Wassalam






