Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Ruas jalan Kabupaten yang tersebar di 23 Kecamatan di Kabupaten Lampung Utara, kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan jalan sudah demikian parah, bahkan jika diprosentasekan mencapai 50 persen lebih. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura, mencatat setidaknya ada 700 ruas jalan yang kondisinya rusak parah.
Ini lantaran, dalam dua tahun terakhir 2019-2020 tidak ada perbaikan jalan. Penyebabnya, tidak satu dokumen pun yang menjelaskan tentang kondisi real pendukung moda transportasi dimaksud. Sehingga perbaikan jalan tidak dapat dilaksanakan, baik itu dibiayai oleh daerah (APBD) maupun pusat (DAK).
Padahal jalan memegang peranan penting dalam perekonomian pada sebuah Daerah. Bayangkan hasil panen, tidak dapat dikeluarkan dengan cepat. Padahal pada komoditas tertentu, seperti sayur mayur dan ikan segar, sedikit mengalami keterlambatan nilainya akan turun. Begitu juga dengan komoditas lainnya. Keterlambatan pengiriman, dapat berakibat harga menjadi turun. Sementara ongkos angkut menjadi semakin tinggi. Sebab sopir mematok tarif lebih, untuk sulitnya jalan yang dilalui. Begitu juga dengan distribusi pupuk atau pakan. Harganya juga naik, lantaran harus menyesuaikan dengan ongkos angkut. Selain itu, aktivitas warga sehari-hari juga menjadi terganggu. Sebab waktu tempuh menjadi lebih lama.
Begitu pentingnya perbaikan ruas jalan yang rusak tersebut. Namun ketika dikalkulasikan, untuk perbaikan 700 ruas jalan dimaksud. Setidaknya dibutuhkan Rp.6 Triliun. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk pembangunan sebuah Daerah. Sebab APBD Kabupaten Lampura saja tidak sampai Rp.2 Triliun setiap tahun anggaran.
Sementara jika jalan tersebut tidak segera diperbaiki maka kerusakan akan semakin parah. Itu artinya anggaran perbaikan juga akan membengkak. Karenanya harus dicarikan langkah kongkrit agar perbaikan jalan dapat direalisasikan. Misalnya dengan menyampaikan pada Pemerintah Pusat agar menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam jumlah yang lebih besar. Sehingga perbaikan dapat dilaksanakan secara bertahap. Tentunya dengan memperhitungkan mana yang lebih prioritas. (**)
Wassalam






