Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Atasi kelangkaan gas elpiji tabung melon, Pertamina menambah pasokan gas untuk Kabupaten Lampung Utara(Lampura) sebanyak 16.800 Tabung. Dengan demikian, diharapkan warga Lampura tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh gas bersubsidi itu.
Dinas Perdagangan (Disdag) Lampura juga tidak tinggal diam. Mereka kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah agen penyalur. Langkah itu dimaksudkan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya ‘permainan’ oleh agen penyalur dan pangkalan gas.
Namun melihat upaya yang dilakukan Disdag bersama tim monitoring provinsi Lampung sebelumnya, rasanya langkah tersebut tidak akan efektif. Masih segar dalam ingatan, ketika hanya berselang tiga hari, setelah Disdag dan tim monitoring provinsi Lampung turun lapangan, tabung gas itu kembali raib. Warga Kotabumi dan sekitarnya, kesulitan untuk memperoleh tabung gas dimaksud. Kalaupun dapat, harganya sudah selangit. Mencapai Rp.30 ribu dari Harga Eceran tertinggi (HET) sebesar Rp.18 ribu.
Sama dengan kali ini, Tim juga melakukan peninjauan disejumlah agen penyalur resmi yang ada di Kotabumi dan sekitarnya. Dari hasil penelusuran tim, kepala Disdag Lampura, Hendri, tegas mengatakan. Stok atau ketersediaan tabung gas melon aman. Dalam arti cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang lebaran hingga beberapa minggu kedepan. Harga juga disebut masih normal yakni sesuai HET.
Realitanya berbanding terbalik. Karena tiga hari kemudian, gas tabung melon hilang. Warga kesulitan untuk memperolehnya. Sejumlah pangkalan juga tidak menjual barang tersebut.
Harusnya ini menjadi catatan penting Disdag dan tim monitoring. Bahwa sidak tidak efektif mengatasi kelangkaan. Jika hanya dilakukan sebatas seremonial belaka. Tidak ada tindakan tegas dan sanksi terhadap agen atau pangkalan ‘nakal’.
Sebab indikasi kelangkaan gas disebabkan ada yang ‘bermain’ semakin menguat. Ketika dengan sangat cepat, gas yang di distribusikan ke Lampura, menghilang dari peredaran. Sementara aturan mainnya, satu KK hanya memperoleh satu tabung gas. Tidak dimungkinkan terjadinya aksi borong tabung gas oleh warga. Kecuali atau ‘main mata’ dengan pangkalan atau agen.
Akan semakin menguat, ketika dalam satu atau dua hari kedepan tabung gas itu kembali raib. Sebab Pertamina telah menambah pasokan dari jumlah kuota yang biasa didistribusikan. Bukankah tidak mungkin, tambahan pasokan itu langsung ‘diserbu’ warga, sehingga seketika habis. (**)
Wassalam






