Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Kelangkaan gas elpiji tabung melon, dipastikan akan terus berulang. Berapapun pasokan tambahan yang disalurkan oleh Pertamina. Sebab indikasi adanya agen atau pangkalan tabung gas yang bermain, begitu menguat. Ketika mendapati tabung gas melon tiba-tiba raib dan sulit ditemukan, menjelang lebaran lalu. Padahal, Pertamina menambah pasokan gas dimaksud melebihi kuota.
Lalu ditengah kesulitan warga memperoleh tabung gas tersebut, ada sejumlah pangkalan yang ‘diserbu’ warga. Walau harganya sangat jauh dari Harga Eceren Tertinggi (HET) Rp.18 ribu. Yakni mencapai hingga Rp.30 ribu per-tabung.
Dinas Perdagangan bersama pihak terkait lainnya, memang tidak tinggal diam. Beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Dalam sidak yang dilakukan, Disdag Lampura menemukan indikasi adanya kecurangan atau permainan tabung gas melon tersebut. Sayangnya, Disdag hanya bisa menghimbau. Tidak bisa bertindak tegas. Menurut Kepala Disdag Lampura, Hendri, hal ini disebabkan keterbatasan kewenangan Disdag. Karena hak untuk mengambil tindakan tegas atau memberikan sanksi, berada pada Pertamina.
Lantas apa guna Sidak yang dilakukan oleh Disdag dan Tim. Apakah hanya sebatas seremonial dan ingin dilihat kerja atau sebatas gugur kewajiban. Kenyataannya, persoalan inti yang dihadapi rakyat Lampura tidak dapat terselesaikan. Rakyat, utamanya kalangan menengah kebawah yang merupakan prioritas utama pemakai gas bersubsidi pemerintah itu, harus pontang panting mencari gas elpiji. Kalaupun berhasil mendapatkan, harganya sudah selangit.
Harusnya Disdag menjamin warga Lampura tidak kesulitan dalam memperoleh gas melon. Selain bekerjasama dengan Pertamina, Disdag dapat meminta bantuan aparat. Melakukan pemantauan distribusi tabung gas tersebut, pada agen-agen penyalur. Jika ditemukan ada yang nakal, misalnya menimbun tabung gas atau menjualnya diatas HET, ambil tindakan tegas. Karena itu jelas merupakan tindak pidana. Termasuk ada warga dari kalangan mampu yang membeli gas tabung melon. Sebab peruntukannya, gas tabung melon hanya untuk warga miskin. (**)
Wassalam






