Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Kursi jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara (Lampura), menjadi kursi ‘panas’. Setelah ‘terpaksa’ ditinggal Maya Metissa yang tersandung kasus korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan kini mendekam dalam jeruji besi. Sejak itu kursi Kadiskes lowong dan diisi oleh Pelaksana tugas (Plt).
Karenanya Pemerintah Kabupaten setempat, pada akhir tahun 2020 lalu, menggelar Seleksi terbuka (Selter) sejumlah jabatan eselon IIb yang masih kosong. Termasuk didalamnya jabatan Kadiskes. Dalam proses Selter kala itu, peminang jabatan Kadiskes memang lebih sedikit dibandingkan peminang jabatan lain. Itupun didominasi oleh pelamar dari luar Kabupaten. Tercatat hanya empat pelamar yang mendaftar.Dalam perjalanannya, seluruh pelamar pada posisi itu tidak memenuhi syarat sehingga dinyatakan gugur. Karenanya kursi jabatan Kadiskes tetap lowong.
Tahun ini, kursi jabatan Kadiskes kembali dilelang bersama lima kursi jabatan lainnya. Yakni jabatan Kadis Kominfo, jabatan Kadis Dinas Sosial, jabatan Kadis DPPKB,jabatan Kepala BKPSDM dan jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan). Sayangnya, baru saja tahapan rekam jejak atau seleksi administrasi, empat peserta yang mendaftar, seluruhnya gugur. Itu artinya kursi Kadiskes Lampura kembali lowong, dalam arti belum dipimpin oleh Kepala yang definitif.
Mungkinkah kursi Kadiskes merupakan kursi keramat, setelah ditinggal Maya Metissa ?. Bisa jadi demikian. Tetapi yang masuk akal adalah, ada semacam keengganan jika tidak ingin disebut ketakutan untuk menduduki kursi tersebut. Itulah sebabnya jumlah peserta yang mendaftar sangat sedikit.
Ada semacam kekhawatiran ‘benang kusut’ pada Dinas tersebut sudah sedemikian parah. Sudah menyangkut sistem yang terus berlangsung secara ‘turun temurun’. Bersikap idealis akan membentur ‘tembok’ bahkan bisa jadi bumerang yang justru akan menyerangnya sendiri. Akibatnya, mereka akan terjebak dalam sebuah situasi yang sulit untuk tidak terlibat. Ketika itu terjadi, maka setiap saat langkahnya atau kebijakannya dapat menggiring kedalam penjara.
Jika persoalan SDM yang memenuhi syarat sesuai bidang tugas, rasanya Lampura atau provinsi Lampung tidak kekurangan. Banyak orang-orang hebat yang berkompetensi dibidang kesehatan yang dimiliki. Bahkan diantaranya memiliki pendidikan formal dan didukung spesialis tertentu dibidang kesehatan. Berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi. Tetapi nyatanya, tidak berminat untuk menduduki kursi keramat itu. Sehingga kursi Kadiskes semakin menjadi kursi keramat. (**)
Wassalam






