KOTABUMI–Upaya pencegahan korupsi terintegrasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Lampung Utara (Lampura) mendapat apresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Direktur Koordinasi Supervisi II KPK, Yudhiawan, mengaku cukup puas dengan upaya Pemkab Lampura tersebut. Dimana Prosentase pencapaian yang dilakukan oleh Pemkab Lampung Utara tahun 2020 di atas 70 persen pada tahun 2020. “Tahun ini, kami harapkan bisa melebihi tahun lalu,” Yudhiawan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kepala Daerah yang dihelat secara virtual, Senin (6/9)

caption : Gedung Merah Putih KPK
Dalam Rakor tersebut, Bupati Lampura Budi Utomo, didampingi Sekretaris Daerah, Lekok, dan seluruh Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampura. Rakor berlangsung sekitar empat jam, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 01.00 WIB.
Dijelaskan Yudhiawan, dalam upaya pencegahan korupsi, pihaknya fokus pada delapan area intervensi termasuk dalam Pandemi seperti saat ini. Penanganan dan penanggulangan Covid-19, bagaimana penganggaran, penanganan terhadap pasien, bantuan sosial hingga insentif tenaga kesehatan tak luput dari pantauan mereka.
Dia mengingatkan agar tidak ada lagi kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Jika itu terjadi maka akan diperiksa pula bagaimana prosentasenya dalam pengadaan barang dan jasanya.
?Yudhiawan juga meminta Kepala Daerah untuk melakukan pemeriksaan kinerja di semua Perangkat Daerah. Tujuannya supaya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat memang memiliki kredibilitas, integritas, serta komitmen tinggi. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, bupati bisa melakukan rolling atau mutasi.
Dalam acara yang sama, ?Kepala Satuan Tugas Pencegahan Wilayah II KPK, Nanang Mulyana mengatakan, pencegahan korupsi dapat dimulai dengan baiknya pengelolaan Tata Pemerintahan. Dengan begitu, peluang terjadinya Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme dapat diminimalisir. “Menjadi sangat penting untuk melakukan perbaikan Tata kelola Pemerintahan. Sebab dapat memperkecil terjadinya korupsi di bidang pengadaan,”ujarnya. (ria/her)






