Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 13 Sep 2021 19:48 WIB ·

Status ASN


 Status ASN Perbesar

Assalamualaikum Wr. Wb

Oleh : Hery Maulana

Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), masih menempati urutan teratas bagi para lulusan SLTA/Perguruan Tinggi dan pencari kerja. Terbukti dengan membludaknya jumlah peserta, dalam setiap seleksi penerimaan Calon ASN, yang dulu lebih dikenal dengan sebutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meskipun jumlah pegawai untuk masing-masing formasi yang dibutuhkan sangat terbatas. Namun para peserta bersemangat untuk mengikutinya. Mengadu peruntungan, dengan kemungkinan lolos yang sangat kecil.

Tak jarang, peserta atau keluarga mencari koneksi yang dapat menghubungkan dengan pejabat yang diyakini berompeten dalam hal kelulusan. Merogoh kocek sangat dalam, berspekulasi bahwa uang sogokan dapat mempengaruhi hasil seleksi. Walaupun mereka mendengar dan mengetahui, banyak yang menjadi korban penipuan dengan dalih dapat meloloskan peserta CASN.

Tetapi berstatus ASN meningkatkan gensi. Juga terjamin kehidupan sampai hari tuanya, menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih dengan statusnya itu dimungkinkan menduduki sebuah jabatan. Tidak hanya status sosial yang meningkat, tetapi dapat menjadi ‘lahan’ perbaikan ekonomi. Sebab tak dapat dipungkiri, dinegeri ini pejabat dapat hidup makmur dan mendapat fasilitas yang tidak didapat warga kebanyakan. Meskipun jika ditelusuri, gaji dan tunjangan resmi pejabat tidak begitu menjanjikan dari sisi ekonomi. Tetapi realitanya, para pejabat walaupun dengan eselon jabatan terendah dapat bergaya hidup mewah. Hanya beberapa saja pejabat ‘bersih’ yang kehidupannya sesuai dengan gaji dan tunjangan yang diterimanya.

Kenyataan inilah yang membuat daya tarik tersendiri. Sehingga masyarakat sangat berkeinginan menjadi ASN. Lalu melakukan upaya yang terkadang tidak masuk akal dan melawan hukum. Seperti pergi kedukun, melakukan ritual tertentu, serta melakukan upaya suap dengan jumlah yang sangat fantastis.

Padahal pemerintah atau penyelenggara seleksi menjamin, seleksi dilakukan dengan bersih. Lolos tidaknya peserta berdasarkan hasil seleksi. Mereka yang memiliki nilai tertinggi, itu yang akan diloloskan. Namun jaminan itu masih kalah pamor dengan isu uang. Masyarakat tetap meyakini, tanpa ada ‘orang kuat’ dan tanpa uang banyak, mustahil dapat lolos. Keyakinan itu didasari realita yang ada, pada setiap seleksi ASN yang digelar. Mereka yang lolos umumnya yang memiliki strata ekonomi ‘lumayan’ kalau tidak boleh disebut golongan orang kaya. Itupun masih harus didukung dengan latar belakang keluarga yang terhubung dengan sosok pejabat atau orang berpengaruh. Disisi lain, desas-desus ‘uang’ untuk kelolosan, terus bergema. Seperti mengkonfirmasi, kelolosan sangat bergantung dengan kesiapan uang dan koneksi. Meskipun sulit untuk membuktikan kebenarannya. Sebab baik pemberi apalagi penerima akan sama-sama bungkam. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda