Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di Indonesia, sudah sangat mengkhawatirkan. Mengutip penjelasan Brigjen Pol. Edy Swasono Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung, saat Kunjungan Kerja dan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotik (P4GN), di aula Tapis Pemkab Lampura, Rabu (6/10) lalu, setidaknya, ada 3 juta warga yang terpapar narkoba. Kemudian hampir setiap hari ada 30 orang yang meninggal lantaran narkoba, yang menjadikan negara ini ranking ketiga dunia untuk tingkat kematian. Sementara provinsi Lampung menjadi salah satu provinsi yang menjadi central peredaran Narkotika. Khusus di wilayah hukum Polres Lampung Utara (Lampura), berdasarkan hasil penelitian sebanyak 5.576 warga yang terpapar narkoba. Angka itu terus bergerak naik, seiring dengan pengungkapan kasus-kasus narkoba dalam seminggu terakhir.
Diantara jumlah warga yang terpapar narkoba tersebut, terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lampura. Teranyar adalah dua oknum guru berstatus PNS yang diciduk petugas, lanataran keterlibatannya pada barang haram tersebut.
Sungguh miris, guru yang mestinya digugu dan ditiru, ternyata menyalahgunakan barang haram itu. Bagaimana mungkin oknum guru tadi dapat memberikan pelajaran dan pendidikan di sekolah, jika ia mengkonsumsi narkoba. Dalam pengaruh narkoba, tentu apa yang disampaikan kepada para murid menjadi tidak selaras dan sejalan sebagaimana mestinya seorang pendidik. Terlebih narkoba dapat membuat daya khayal penggunanya semakin tinggi. Termasuk juga tingkat emosional dan prilaku buruk lainnya.
Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Bagaimana dapat membersihkan para aparaturnya dari narkoba. Terlebih para guru, yang berkaitan langsung dengan kwalitas anak didik yang bakal menjadi penerus bangsa. Lakukan tes urine secara periodik dan memberikan sanksi keras bagi yang ditemukan positif narkoba. Selain memberikan sosialisasi secara periodik dan kontinyu. Memang butuh anggaran besar. Namun itu tidak seberapa dibandingkan dengan masa depan anak-anak bangsa. Narkoba harus diperangi. (**)
Wassalam






