Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 27 Okt 2021 20:31 WIB ·

Sejatinya Harta


 Sejatinya Harta Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Siapa yang tak ingin hidup bergelimang harta. Karenanya banyak yang berlomba untuk sampai kesana. Bahkan ada yang tidak peduli jalan untuk memperolehnya. Terpenting adalah, bagaimana dapat menimbun harta sebanyak-banyaknya. Meskipun harta yang dimiliki sudah demikian banyak. Tidak habis untuk tujuh turunan. Tetapi nafsu untuk terus memperolehnya semakin besar. Padahal ketika ajal menjemput, satu-satunya harta yang dibawa hanya kain kafan. Semua ditinggal dan berpotensi menjadi rebutan dan perselisihan antar ahli waris. Harta yang ditimbun berpuluh tahun, nyatanya hanya membawa petaka pada anak dan cucu yang ditinggalkan. Sementara dirinya juga bakal disibukkan dengan pertanggungjawaban “darimana harta itu didapatkan, dan untuk apa dipergunakan”

Inilah mengapa Islam mengajarkan sejatinya harta. Yakni harta yang bakal dibawa sampai ke alam akhirat. Bahkan harta itu menjadi amal yang mengalir sepanjang masa dan tak kan habisnya. harta yang dibelanjakan dijalan Allah SWT. Harta yang dengan ikhlas diberikan untuk kepentingan orang banyak. Tidak berharap imbalan didalamnya, hanya menginginkan ridho dari pemilik hidup. Memang harta itu berkurang didunia, tetapi sesungguhnya terus berkembang berupa pahala yang mengalir. Sepanjang bermanfaat bagi umat.

Pemahaman ini ditunjukan oleh seorang pengusaha sukses di Lampura, Hi.Yusuf Syahmin. Bersama ketua Yayasan Alkarim Rsyid Indoensia Asep Kholis, menggagas berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) moder. Ponpes yang akan mengajarkan Alqur’an dan Dakwah bagi santrinya. Utamnya mereka yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomi untuk memperoleh pendidikan. Anak-anak yang ditinggal pergi orangtuanya menghadap Allah, anak yatim dan piatu.

Lahan seluas 3,5 Ha diwakafkan oleh Hi.Yusuf Syahmin. Tidak hanya itu pembangunan yang diperkirakan menelan biaya Rp.20 Miliar, juga menjadi pemikirannya. Sebuah jumlah yang sangat fantastis untuk orang kebanyakan. Tetapi justru itulah sejatinya harta yang dimiliki. Harta yang akan membantunya kelak. Walahualam bisawab (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda