Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 10 Nov 2021 20:41 WIB ·

Patriotisme


 Patriotisme Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Semangat juang, kegigihan dan pantang menyerah, berpadu dengan keyakinan akan Ridho Allah SWT atas kematian syahid membela negara, menjadi kekuatan besar. Bayangkan sekitar 15.000 pasukan tentara sekutu yakni Tentara Inggris yang tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration), dengan kekuatan penuh menyerbu Surabaya. Namun tentara kita bersama warga tak gentar menghadapinya. Pertempuran tak seimbang itu berlangsung selama tiga minggu. Bermula ketika sekutu meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00 pada 10 November 1945. Namun tanpa sedikitpun rasa takut dan semangat juang yang tinggi warga tidak mengindahkan ultimatum itu. Bahkan Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah.Sehingga pertempuran tak seimbang melatus dan sedikitnya sebanyak 6000 rakyat Indonesia pun gugur dalam pertempuran itu.

Ini seklumit dari catatan sejarah bangsa ini terkait peristiwa yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa yang patut untuk dijadikan tauladan, bagaimana gigihnya bangsa ini memperjuangkan kemerdekaannya. Itu jua yang membuat Presdien Soekarno melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959 menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Catatan sejarah itu, tak hanya menunjukkan sejarah negara, melainkan juga mengajarkan keteladanan kepada anak-anak Indonesia, seperti kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan melakukan kewajiban dan hak.

Untuk bisa mengamalkan makna Hari Pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mempertahankan kemerdekaan dengan belajar tekun, meraih prestasi di bidang yang diminati, menolong teman yang sedang kesusahan, dan membiasakan untuk mengucapkan terima kasih, maaf, serta tolong kepada orang lain.

Peristiwa itu harus dimaknai sebagai sebuah aksi heroisme rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat patriotisme itulah yang menjadi makna penting bagi generasi milenial.

Meskipun memaknai nilai-nilai kepahlawanan bagi generasi selanjutnya tidak harus dengan mengangkat senjata dan turun ke medan perang.

Namun, sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya tetap menjunjung tinggi dan meneladani sifat serta sikap kepahlawanan generasi sebelumnya. Melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi bangsa. Sebagai generasi penerus, harus siap menghadapi tantangan di era milenial ini. Dengan terus belajar memaknai perjuangan dan meneruskannya.

Karena hasil jerih payah para pahlawan merupakan warisan yang harus terus dirawat, dijaga serta dilanjutkan. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda